Metode Lumpat Kidang Implementasi SOP

Secara sederhana, satu rangkaian kata bijak menyatakan “Proses tidak akan menghianati Hasil.” Ungkapan ini bermakna kalau kita berupaya dengan sungguh-sungguh, maka hanya hasil gemilang yang akan kita capai.

Saya kemudian membandingkan proses etos kerja conventional tersebut dengan metode  Lumpat Kidang yang saya ambil dari pitutur Jawa. Dapat kita bayangkan bagaimana perilaku Kidang yang dalam bahasa Indonesia adalah Rusa. Ya, rusa adalah binatang yang lincah, gesit, belari melompat seenaknya untuk sampai ke tujuannya. Secara serius pitutur Jawa ini menggambarkan cara kerja seseorang yang result oriented dengan mengabaikan prosedur semestinya.

Di dalam dunia kerja, terutama yang berhubungan dengan industri hospitality, dapat kita temukan dengan mudah jenis dan fungsi pekerjaan yang harus runtut step-by-step prosesnya atau yang sah dengan metode lumpat kidang hingga membuahkan hasil maksimal. Yang kita bicarakan ini adalah fokus SOP.

Kita hanya bisa menyatakan ada proses yang tidak dijalankan secara runtut apabila sudah paham dengan User Manual, Policy & Procedure (P&P), Standard Operating Procedure (SOP) dan Job Description.

Sehingga, sampai disini pada dasarnya setiap individu harus memiliki dasar yang sama dan jelas terlebih dahulu.

Sekarang saya sederhanakan pengertian peristilah yang saya sebut di atas

  1. User Manual dan P&P memandu seseorang bagaimana menggunakan sesuatu
  2. SOP memandu seseorang bagaimana melakukan sesuatu dan bila perlu berapa lama melakukan aktivitas tersebut
  3. Job Description berisi apa-apa saja (panduan tugas) yang seseorang harus kerjakan

Baik, mari kita bahas lebih cermat.

SOP mempunyai fungsi utama sebagai alat pandu. Namun demikian fungsi SOP dalam kinerja juga dapat digunakan sebagai  alat ukur, alat pantau, dan sebagai alat latih.

SOP mempunyai tujuan untuk mengatur semua aktivitas, supaya aktivitas perusahaan dapat berjalan sesuai dengan tujuan, visi serta misi yang telah dibuat dan disepakati oleh perusahaan.

Di era digital yang kekinian, ada lima (5) BENTUK SOP yang  kependekan dari Standar Operasional Prosedur atau Standard Operating Procedure. Untuk contoh Membuat SOP dengan bentuk narasi – Simple Step, silakan baca di buku karya tulis saya yang berjudul Hotelier Stories Catatan Edan Penuh Teladan Sub Judul no. 15.

1. Simple Step (berupa narasi redaksi)

2. Hierarchical (berupa narasi redaksi)

3. Flowchart (bagan alir)

4. Graphic procedures (mencantumkan foto/gambar)

5. Video (termasuk ditambah text dan suara selain gambar bergerak)

SOP harus disusun dengan baik dan benar. Pada bagian ini, saya bersama Telu Hospitality Learning Consulting mengerjakan jasa hotel konsultan yang membantu beberapa perusahaan untuk meng-evaluasi, mengedit dan menyusun ulang SOP melalui mentorship dan role-play. Detail pekerjaan ini sangat konseptual.

SOP harus dijalankan, dimonitor serta di-update secara konsisten dan disiplin. Sehingga tujuan dan fungsi SOP benar-benar membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sekali lagi ini adalah salah satu bagian dari pekerjaan Branding Activation. Membentuk citra perusahaan untuk berkomunikasi dengan publik/ audience-nya.

Oleh karena itu, proses yang sangat rapi, teratur, terdokumentasi, dan disiplin menjadi kebutuhan semua elemen perusahaan.

Berdasarkan pengalaman kerja saya, perusahaan yang sejak awal berdirinya sudah menerapkan SOP, perusahaan tersebut lebih mudah dalam menanamkan kedisiplinan atau ketaatan.

Sampai disini sudah paham ya?

Bahwa, semua pekerja untuk mendapatkan hasil yang maksimal harus tahu, paham dan melakukan pekerjaannya sesuai SOP.

Lalu, siapa yang bisa dan boleh menggunakan metode Lumpat Kidang?

Lumpat Kidang ini dalam peristilahan lain kira-kira artinya sama dengan Breakthrough, Short-Cut, Jalan Pintas, Terobosan, Best Practise.

Okay, di dalam pekerjaan engineering department, pada kasus emergency, penanganan untuk memberikan solusi sementara ada istilah jumper. Inilah salah satu lumpat kidang yang sah untuk kepentingan banyak orang di dalam jam operasional.

Kemudian seorang salesman, di dalam sales proses terdapat celah metode lumpat dan sah  mengabaikan SOP untuk suatu deal.

Pasti ada beberapa lagi. Silakan teman-teman menganalisa dan membuat daftar tertulis untuk diskusi terbuka ini.

Bagaimana dengan pekerjaan yang harus patuh terhadap SOP?

Salah satu nya adalah di Front Office yaitu yang saya sebut How to walk Check-In Guest.

Sebagai penutup, dapat saya sampaikan, bahwa setiap departemen, dan unit bisnis di suatu perusahaan, institusi, maupun organisasi sangat perlu  memiliki dan menerapkan SOP baik secara prosedural maupun flexible Lumpat Kidang untuk menggapai hasil yang maksimal sesuai budget dan target.

Bali, 6 Oktober 2020

Jeffrey Wibisono V.

Hospitality Consultant Indonesia in Bali –  Telu Learning Consulting – Commercial Writer – Copywriter – Jasa Konsultan Hotel

Jeffrey Wibisono V. @namakubrandku Hospitality Consultant Indonesia in Bali - Telu Learning Consulting – Commercial Writer - Copywriter - Jasa Konsultan Hotel
Cabling SOP
Share this:

Temen Temu Tekan Sukses

Saya hendak mulai dengan cerita mengenai pengalaman saya sendiri terlebih dahulu sebagai ilustrasi realitas, sambil memahami Temen Temu Tekan; satu pitutur luhur Jawa yang sangat dalam maknanya.

Saat ini saya sedang menjalani proses seri lanjutan cita-cita sendiri dengan menjadi Konsultan Hotel juga Mentorship Sales & Marketing dalam hal Branding Activation bersama Telu Hospitality Learning and Consulting.

Tetapi sebelum bercerita lebih lanjut, mari kita kenali dulu arti kata-per-kata supaya lebih mudah mencerna kalimat-kalimat yang akan saya rangkai selanjutnya.

Temen: Dengan sungguh-sungguh; Tekun

Kata tekun disini lebih banyak diarahkan pada orang mencari ilmu maupun melaksanakan tugas yaitu mengerjakan sesuatu dengan rajin, serius, tidak mudah putus asa, tahan uji.

Temu: Ketemu; Pedoman; ngangsu kawruh, menimba ilmu

Kata pedoman yang bisa diartikan sebagai alat untuk melaksanakan misi. Bisa berupa ilmu atau ketrampilan sesuai kompetensi.

Tekan: sampai pada tujuan

Jelas artinya sampai pada tujuan dengan selamat. Misi berhasil diselesaikan!

Visi sudah tercapai adalah hasil dari kemampuan mengelola misi dengan tekun menerapkan ilmu dalam melaksanaan tugas.

Kemudian saya membandingkan pitutur budaya Jawa Temen Temu Tekan ini dengan kata bahasa Inggris yaitu PASSION.

Apakah Passion?

Ada begitu banyak artinya

Passion didefinisikan sebagai kecenderungan atau keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu yang ia suka atau dianggap penting untuk dilakukan.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, passion berarti kondisi ketika motivasi kuat bertemu dengan emosi yang sama kuatnya.

Passion membuat kita memberikan semua dedikasi yang kita miliki. KIta melakukan segala hal dengan bulat hati dan penuh semangat.

Passion adalah sesuatu yang membuat kita senang melakukannya.

Passion adalah di mana kita akan rela melakukan segala hal untuk mencapai hal itu.

Passion adalah sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas, dan suatu bentuk panggilan dari alam bawah sadar seseorang

Passion adalah di mana kita tidak itung-itungan laba rugi

Passion adalah ketika kita fokus melakukan hal itu sedemikian rupa dan lupa dengan hal yang lain.

Passion adalah sesuatu yang jika tidak kita lakukan, maka kita akan merasa ada sesuatu yang kurang.

Passion adalah sesuatu yang sangat kita sukai, sesuatu yang bisa kita lakukan berjam-jam tanpa kita merasakan kelelahan.

Sekarang saatnya saya hubungkan Temen Temu Tekan dengan naskah yang sudah saya bukukan di Hotelier Stories Catatan Edan Penuh Teladan sub judul nomer 1. Prestasi Hasil Ingkar Janji dan nomer 2. Takkan Lari Cita-Cita Dikejar.

Cita-cita pertama saya dalam karir adalah menjadi Public Relations Hotel. Sudah tercapai. Sehingga saya harus membuat cita-cita baru sebagai lanjutannya. Ini bisa terjadi karena saya pekerja, saya bukan entrepreneur dan urusan karir bisa ditentukan oleh faktor eksternal; yaitu manajemen dan atasan sebagai penilai kinerja yang memberikan rewards and punishment.. Maka jabatan di dalam karir ditentukan juga oleh orang lain. Sedangkan faktor internal saya adalah Temen Temu Tekan, doing  Extra miles, overtime, menyenangi pekerjaan dan menjalani tanpa rasa terpaksa.

Kalau saya sendiri sih ya maunya tetap menjadi Public Relations saja, karena sudah klop, pas mantap. Tetapi faktanya, saya diberi berkat menikmati jalur karir karir zig-zag, multi-tasking.

Bagaimana saya bisa menyebut diri saya adalah seseorang dengan bekal Temen Temu Teken?

Jujur, ini berjalan di alam bawah sadar dan saya baru memahaminya setelah banyak membaca cerita orang-orang sukses dan menghubung-hubungakannya dengan alur kehidupan saya.

Cut the story short demikian adanya

Waktu SMP, ditanya Bapak, “SMA mau sekolah yang  mana?”

Saya jawab “SMPS”

“Apa itu?” tanya Bapak saya

“Sekolah Menengah Pekerja Sosial”, terang saya.

Dan Bapak saya tidak setuju, menolak pilihan saya.

Sudah bisa dipastikan, kemudian saya masuk ke SMA umum.

Tingkat berikutnya, pada waktu saya  SMA jurusan IPA.

Pada suatu siang Bapak saya bertanya, “lulus SMA ini, sudah kepikir masuk Universitas mana?”

Saya menjawab, “saya mau jadi Public Relations Hotel, jadi saya mau kuliah di BPLP Bali”

Sekali lagi Bapak saya tidak sepaham dengan anaknya. Pada akhir pembicaraan yang emosional di sesi itu, beliau bilang “tidak, kamu harus jadi dokter atau insinyur”

Tetapi yang ada, saya terdampar di kampus IKIP Malang, program ekstensi Translator Intepreter bahasa Inggris – Indonesia.

Sambil kuliah, saya terus menerus mencari kerja dengan tujuan bisa membiayai diri sendiri dan pilihan pendidikan saya di kemudian hari. Sampai akhirnya saya berhasil masuk ke tim pre-opening Toko  Buku Gramedia Malang pada kuliah semester 5.

Saya masih sangat ingat jawaban saya di sesi wawancara dengan jawaban polos yang saya sampaikan “saya hendak menjadi Public Relations di hotel, karena saya melihat ada kemewahan disana dan saya harus menjadi bagian dari kehidupan pekerja hotel”.

Dan rupanya Gramedia memang adalah pintu masuk saya ke industri hospitality. Kuliah semester 7 menjelang ujian negara saya tinggalkan. Saya memilih setuju di transfer ke Hotel Santika di Semarang dengan modal berpengalaman sebagai pramuniaga yang berbahasa Inggris. Sejak saat itu karir saya bekerja dari hotel ke hotel.

Kisah perjalanan saya yang sangat panjang dan tiada henti. Jadi wis tekan dan budal maneh, sudah sampai dan berangkat lagi. Orang zaman sekarang bilangnya sudah ketemu passion-nya.

Akhir kata,  Temen Temu Tekan bisa kita rangkum dengan mengatakan bahwa  siapa saja yang bersungguh-sungguh melakukan misinya, pasti akan sampai pada tujuannya.

Setiap orang sukses tak jauh dari passion yang menjadi motor penggerak kesuksesan mereka. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menemukan passion dalam hidup ini. Buatlah cita-cita sebagai tujuan sambil menikmati prosesnya. Salah satu contoh adalah Cristiano Ronaldo si Pemain Sepak Bola asal Portugal yang dengan tegas berani mengatakan “Yes, I am The Best!” tanpa merasa dirinya angkuh, karena dia menyadari betul proses integrity bagi dirinya sendiri.

Bagaimana dengan Anda?

Bali, 29 September 2020

Jeffrey Wibisono V. @namakubrandku

Hospitality Consultant Indonesia in Bali Jeffrey Wibisono V. namakubrandku Telu Learning Consulting Writer Copywriter
Pesawat Mendarat, Landing di airport tujuan
Share this:

Ora Keris Ora Keras dalam Prinsip Kepemimpinan

Apa Ora Keris Ora Keras ini?

Terjemahan bebas ke dalam bahasa Indonesia secara harafiah bisa diartikan Tidak Tajam Tidak Keras.

Tetapi apa makna lebih dalam dari kata bijak Jawa ini?

Ora Keris Ora Keras ini sangat diperlukan oleh seorang pemimpin dalam proses mengambil keputusan untuk kepentingan orang banyak. Bisa juga dimasukkan dalam kategori leadership. Ora Keris dalam pengertian tidak mempergunakan senjata, sedangkan Ora Keras dalam pengertian bertindak TEGAS tanpa kekerasan tanpa pemaksaan.

Bagaimana caranya?

Pertama kita harus memahami terlebih dahulu arti kata TEGAS.

Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat kita temukan maknanya

1. jelas dan terang benar; nyata:

2 tentu dan pasti (tidak ragu-ragu lagi, tidak samar-samar):

3 tandas:

Dalam terjemahan bahasa Inggris nya bisa disejajarkan dengan kata assertive.

Kemudian tipe-tipe kepemimpinan, disini hendak saya kutip dari tulisan saya di buku Hotelier Stories Catatan Edan Penuh Teladan dari sub judul no 14 Manajemen dan Pemimpin.

Dari eksistensi beberapa tipe manajemen, kemudian terbentuk tipe-tipe pemimpin yang bisa saya kelompokkan sesuai kinerja dan corporate culture-nya.

Saya pernah menjadi bagian dari suatu team kerja yang buat saya tidak menyenangkan. Kepala divisi saya sering tanpa sadar menjadikan salah satu rekan kerja saya “kesayangan” di tengah-tengah suatu tim. Tipe pemimpin yang menjalankan favoritisme. Saya paham ini bisa terjadi karena suatu hubungan mutualisme seorang pemimpin. Kepala divisi tersebut sering tidak mempedulikan hasil kerja anggota tim lainnya. Tipe kepemimpinan seperti ini pastinya membuat saya dan rekan kerja lainnya merasa dinilai tidak “fair”. Tipe kepala divisi seperti itu akan mudah mendapat penilaian negatif dan akan ditinggalkan anggota tim kerja lainnya silih berganti.

Saya paham betul, seorang pemimpin bisa saja salah rekrut memperkerjakan seseorang yang kemampuannya tidak sesuai harapan. Itupun sering juga terjadi pada diri saya yang orangnya tidak tegaan. Membuat keputusan untuk memberi kesempatan sekali lagi dan mempertahankan staff tanpa potensi itu. Tipe pemimpin yang mempertahankan karyawan tidak berpotensi. Saya masih berharap agar dia bisa berkembang. Tetapi pada kenyataannya keputusan-keputusan seperti ini justru menghambat perkembangan dan memberatkan tim. Wadooohhhh … Salah lagi!.

Saya yang sekarang sudah boleh dibilang sebagai pemimpin, pasti kadang-kadang akan ikut campur tangan di beberapa wilayah pekerjaan. Akan OK kalau sesekali saja. Tapi kalau terjadi terus menerus involve, tipe pemimpin yang ikut campur tangan akan membuat stress staff toh?! Saya menyadari benar situasi seperti yang pernah terjadi di masa saya masih bekerja sebagai staff operasional level rendahan. Kalau pemimpin tidak bisa memberikan kepercayaannya kepada orang lain mari kita tinggalkan saja. Bekerja itu kan harus saling respek. Staff dengan tingkatan pangkat terendah pun membutuhkan pengakuan terhadap hasil kerjanya.

Lalu pernahkah Anda mengenal seseorang yang masih memikirkan karirnya sendiri ketika menjabat pimpinan puncak?

Dia hanya lebih memikirkan bagaimana cara menarik perhatian pemilik perusahaan dan dewan direksi. Tipe pemimpin yang meletakkan pekerja di prioritas terendah. Akibatnya, kesejahteraan lahir batin staff akan berada di urutan paling bawah di dalam daftar prioritasnya. Staff tidak lagi dianggap penting. Maka janganlah heran bila banyak pekerjaan mulai terbengkalai dan tidak produktif.

Kemudian ada juga tipe pemimpin yang hanya fokus pada angka. Saya kenal beberapa pemimpin yang terus-menerus terfokus pada angka dibandingkan individu. Seseorang yang lebih memikirkan jumlah pemasukan dan peningkatan laba perusahaan, serta lebih memilih untuk memperhatikan peningkatan statistik dan kelengkapan data-data. Seseorang yang lebih peduli dengan rencana-rencana yang ada di spreadsheet-nya, dibandingkan melakukan tindakan nyata dengan memberdayakan staffnya melakukan human touch.

Mungkin saya pernah di posisi sebagai seorang pemimpin yang berpikir bahwa pekerjaan saya adalah untuk mengetahui seluruh jawaban dan terus-menerus. Kemudian saya mencoba untuk menyelesaikan seluruh pertanyaan dari para staff sesering mungkin. Namun satu hal yang patut disadari adalah pemimpin yang tahu semua jawaban semakin sering sang pemimpin menjawab, maka dia akan semakin memperkecil kesempatan para staff untuk berkembang di perusahaan. Maka tindakan nyata saya selanjutnya adalah mendelegasikan pekerjaan, kemudian mengontrolnya.

Kini saya mafhum, paham tentang tipe manajemen dan tipe pemimpin yang sangatlah kompleks. Saya tidak bisa mengatakan mana paling baik, paling benar dan paling tepat. Saya percaya kepada pemberdayaan sumber daya manusia melalui pelatihan, delegasi dan kontrol. Ini karena saya pribadi mempunyai misi regenerasi. Sumber daya manusia yang saya kelola harus lebih unggul dan mumpuni dibandingkan seniornya. Fondasi ilmu yang ada harus diaplikasi dan dikembangkan sesuai zamannya.

Praktek idealisme saya adalah trust, ya… trust. Berikan kepercayaan kepada seseorang untuk melakukan tugasnya dan mempertanggungjawabkan hasilnya. Pemimpin harus kembali kepada role “make the job done through other people. Delegating is good, controlling is better”. Empowerment. Kebanggaan seseorang akan suatu keberhasilan yang diapresiasi dan diakui menciptakan motivasi positif. Jangan pelit memberi pujian dan rewards kepada yang berhak mendapatkannya. Inisiatif suatu pergerakan karena perlakuan timbal balik antar pemimpin dan staffnya.

Apakah saya sendiri sudah menjalankan ini dengan sempurna?

Baiklah, kembali kepada cara saya menjalankan Ora Keris Ora Keras di dalam tipe kepemimpinan saya adalah dengan cara mempergunakan panduan yang sudah tersedia, bahkan bisa dibuat tambahannya bersama team.

Nomer satu adalah sistem appraisal atau penilaian SKILL, APTITUDE dan ATTITUDE karyawan secara berkala harian, mingguan, bulanan bahkan sampai setiap tahun. Sitem penilaian kinerja SDM ini harus mengacu kepada Buku Panduan Operation Manual. Di dalam manual ini terdapat Policy & Procedure (P&P), Standard Operating Procedure (SOP).dan basic Job Description.

Maka parameter penilaiannya jelas dan ini bisa disebut tegas. Meminimumkan unsur subyektif like and dislike,

Bagaimana kalau ada pelanggaran karyawan di dalam waktu-waktu operasional?

Menimba dari pengalaman saya memimpin beberapa perusahaan; kalau suatu pelanggaran indisipliner berhubungan dengan kasus-kasus Ketenagakerjaan; maka pedoman atau panduan yang harus dipergunakan untuk mengambil suatu tindakan normatif, kebijakan dan keputusan tegas dan legal adalah berdasarkan Peraturan Perusahaan yang disahkan oleh Pejabat Kantor Dinas Departemen Tenaga Kerja dan Kesepakatan Kerja Bersama sesuai undang-undang.

Solutif?

Pada akhirnya perlu kita semua pahami, bahwa setiap keputusan berawal dari niat dan keberpihakan.

Kalau seorang pemimpin memiliki niat yang baik dan berpihak pada kepentingan orang banyak dan menjalankan dengan tegas wewenang yang dimilikinya dengan memperhatikan rambu-rambu jabatan, maka semua keputusan dan tindakan yang diambilnya akan tetap sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya selaras dengan jalur ekosistem mediasi demi kesejahteraan perusahaan, karyawan dan manajemen.

Bali, 27 September 2020

Jeffrey Wibisono V. @namakubrandku

Hospitality Consultant Indonesia in Bali Jeffrey Wibisono V. namakubrandku Telu Learning Consulting Writer Copywriter
Ora Keris Ora Keras Prinsip Kepemimpinan Leadership
Share this:

Tips Menulis Application Letter dan Resume-nya

Praktek membuat surat pengantar melamar pekerjaan dan menulis Curriculum Vitae (CV) untuk siswa di semua level adalah salah satu dari program penutupan mentorship bersama Telu Learning & Consulting, jasa Hotel Konsultan. Curriculum Vitae juga disebut resume atau di Indonesia diterjemahkan sebagai Daftar Riwayat Hidup. Diharapkan kemudian semua tenaga terampil siap pakai juga melengkapi dirinya masing-masing dengan kemampuan menulis lamaran kerja yang tepat dan lolos interview karena mampu mempresentasikan diri mereka dengan baik dan proporsional.

Menulis Resume bersama Surat Pengantarnya adalah mirip audisi untuk menjadi bintang panggung di dunia entertainment. Kita harus mampu mengenali kemampuan diri sendiri dan mengekspresikannya secara tertulis. Mengeksplorasi nilai jual sesuai kualifikasi dari pencari kerja. Dalam perjalanan karir saya di Indonesia, setiap perusahaan mempunyai budaya ber-beda-beda dalam hal rekrutmen. Yang umum adalah kualifikasi berdasarkan edukasi, pengalaman kerja, lulus psikotest dan tes kesehatan. Tetapi, saya sempat tes masuk ke beberapa perusahaan yang ternyata kita tidak lolos karena ada faktor X.

Apakah faktor X tersebut?

Ini menarik sebagai tambahan pengetahuan teman-teman. Ternyata banyak perusahaan independen/swasta dan perusahaan keluarga menggunakan perhitungan astrologi dan fengshui juga golongan darah. Misalnya, ada satu perusahaan yang tidak boleh merekrut karyawan yang memiliki tahun kelahiran shio Cina Tikus Api. Lalu ada lagi yang mempunyai perhitungan lain, yaitu Lamaran Pekerjaan dan CV dikirim dulu ke Astrologer untuk seleksi awal atau shortlist sebelum proses selanjutnya. Astrologer tugasnya membaca wajah dari foto di CV dan menganalisa tanggal kelahiran tahun masehi untuk mendapatkan advis tentang kecocokan karakter dan keberuntungan kandidat dengan perusahaan. Ada lagi perusahaan yang mempergunakan tolok ukur seleksi pekerja dari golongan darah untuk disesuaikan dengan tipe pekerjaan dan jabatan, bahkan warna busana yang dikenakan pada saat interview.

Perlu dicatat, ilustrasi faktor X tersebut hanya sebagai tambahan pengetahuan supaya kita juga tahu, bahwa kalau lamaran kerja kita tidak mendapatkan respon dari perusahaan yang kita kirimi lamaran pekerjaan bukan berarti kita jelek, tetapi lebih sering, kita ditolak karena ketidak-cocokan atau bahasa yang lebih baik mengatakan “we do not get the chemistry”.

Maka untuk menjaga prefesionalisme,  kita fokus menyiapkan diri dengan menulis surat pengantar melamar pekerjaan dan CV dalam format standar internasional yang berlaku. Mari kita tanamkan di dalam pemikiran positif dengan kalimat begini “Perusahaan yang kita mau-i belum tentu memilih kita, maka kita harus selalu membuka diri untuk mengambil kesempatan pertama kepada perusahaan yang memilih kita.”

Akan lebih baik, kalau kita meminta bantuan orang lain mulai dari teman sampai kalau perlu ke ahli bahasa untuk proofreading dan copyediting. Atau, kalau harus menulis dalam beberapa bahasa asing, kita perlu meminta bantuan native speaker untuk membaca ulang, dan me-review Surat Pengantar Lamaran Kerja, CV dan dokumen pendukung yang kita perlukan.

Selanjutnya, beberapa tips berikut akan membantu kita dalam menyiapkan diri sebagai kandidat yang siap mengikuti proses rekrutmen:

Membaca Iklan Lowongan Pekerjaan:

Kita harus membaca dengan teliti kualifikasi untuk jabatan, jenis pekerjaan yang dicantumkan oleh penyedia pekerjaan/  pengiklan lowongan kerja. Kemudian perlu kita pelajari sekilas perusahaan tersebut sebelum mengirimkan lamaran pekerjaan. Tentunya saat ini kita dengan mudah mencari dan menemukan segala macam informasi secara daring, bahkan dalam hitungan detik.

Mengirimkan CV

Karena aksesibilitas internet dan teknologi bervariasi dari satu negara ke negara lain, kita harus memastikan untuk menyiapkan CV dalam program yang dikenal luas seperti Microsoft Word dan kirimkan sebagai lampiran ke email. Kecuali kalau disebutkan untuk dikirimkan dalam format PDF atau yang lain.

Mengapa Microsoft Word? Untuk pelamar kerja di perusahaan internasional kelas dunia, mereka menggunakan software Human Resources untuk menganalisa surat lamarkan kerja dan CV. Mesin pembacanya hanya bekerja baik dengan Microsoft Word. Dengan cara ini, poin nomer satu untuk kita membuka peluang lolos seleksi awal sudah terbuka.

Banyak juga perusahaan yang meminta kandidat mengirimkan lamaran kerjanya dengan cara online/daring – kita diminta memasukkan data sendiri termasuk meng-up-load beberapa dokumen pendukung. Karena mereka menyimpan data pelamar sebagai data base tanpa kerja dobel dalam hal administrasi dalam kelas perusahaan jaringan international. Dengan catatan, kalau kita tidak lolos di satu kesempatan, artinya catatannya sudah terekam dan berlaku di seluruh jaringan perusahaan tersebut.

Presentasi dan tata letak

Resume kita harus terlihat bersih dan terstruktur dengan baik, dengan cukup ruang putih supaya mudah dibaca. Cukup dua (2) halaman untuk CV, untuk para profesional cukup cantumkan pengalaman kerja yang 10 – 15 tahun terakhir saja. Kita harus menjual diri kita, mendeskripsikan “why you should hire me” (the objective and strength) semaksimal mungkin di halaman pertama dan keterangan tambahan sebagai pendukung di halaman kedua. Kita juga perlu memasukkan hyperlink linkedin sebagai referensi. Disini artinya, data pribadi yang tercantum di CV dan di linkedin harus sama-sama up to date.

Untuk jenis dan ukuran huruf, kita gunakan yang klasik. Huruf yang mudah dibaca adalah font jenis Arial, ukuran 10-12pt. Kita harus menghindari atau meminimkan aklamasi (menulis dalam huruf besar semua), huruf miring dan garis bawah di dalam penulisan daftar riwayat hidup.

Sekali lagi supaya kita lolos seleksi awal, tulisan kita harus sempurna, perhatikan ejaan dan tanda baca juga angka. Karena, Surat Pengantar Melamar Pekerjaan dan Curriculum Vitae masuk dalam kategori korespondensi bisnis formal. Tidak ada toleransi terhadap kesalahan penulisan.

Kali ini saya ulangi untuk mengingatkan lagi struktur dasar untuk suatu Curriulum Vitae.

Name, address and contact details

Kita harus memastikan untuk mencantumkan nomer ponsel dan/atau telepon rumah juga alamat email yang aktif dan paling sering kita gunakan. Tentunya kita tidak mau kehilangan kesempatan dan mengecewakan pemberi kerja yang hendak mengundang kita untuk masuk ke proses perekrutan selanjutnya karena data yang kita cantumkan tidak akurat.

Personal Summary – Qualifications

Di bagian ini kita menerangkan mengenai diri kita. Our objective dengan keterangan menyesuaikan dengan posisi pekerjaan yang kita lamar. Di dalam bahasa marketing ini kesempatan menyampaikan “why you should hire me”  sebagai individu dengan paket  USP = Unique Selling Proposition kita, dengan menyebutkan strength poin.

Skill Summary

Kita harus tahu bahwa, pembaca resume kita hanya mempunyai beberapa detik untuk mensortir surat lamaran kerja.  Jadi, tugas kita adalah untuk menarik perhatian pembaca. Caranya, masukkan keahlian/ketrampilan kita yang utama dengan keterangan singkat menggunakan kata-kata yang tepat. Harus yang relevan dengan pekerjaan yang kita lamar dan jika memungkinkan, gunakan kata sifat yang sama seperti yang digunakan dalam iklan loker yang dipasang.

Misalnya, jika iklan menyebutkan seseorang yang memiliki ‘kemampuan administratif yang efektif dan keterampilan interpersonal yang sangat baik’. Maka ini harus kita bahas di bawah bagian keterampilan kita dengan bukti singkat di mana kita memperoleh keterampilan tersebut. Pastikan untuk selalu menyesuaikan keterampilan dan keahlian kita dengan posisi individu yang kita lamar.

Relevant experience – Work history

Disini tempat kita menuliskan daftar riwayat pekerjaan. Termasuk pekerjaan berbayar, volunteer work, dan pengalaman kerja yang relevan. Kita menuliskan mundur. Mulai dari pekerjaan terbaru kita dan jangan meninggalkan celah apa pun. Kita jangan memberi kesempatan calon pemberi kerja untuk mencurigai yang terburuk. Misalnya jika kita mengambil waktu satu tahun, melaksanakan tugas sementara atau bepergian selama enam bulan, katakan demikian – pastikan kita mengilustrasikan apa pun pengalaman itu dengan cara yang positif, dengan fokus pada fakta bahwa keterangan tersebut memberi kita tambahan beberapa keterampilan dan pengetahuan yang hebat.

Achievements

Future employer kita, pasti tertarik untuk mengetahui prestasi kita di pekerjaan sebelumnya. Jadi, jika kita pernah menjadi “Employee of the month selama 3 bulan berturut-turut”, ini perlu kita tuliskan Pencapaian yang bisa diukur, ada parameternya. Jika seperti saya misalnya pencapaian dalam target sales, saya perlu menulis dengan persentase berapa dan selama periode kapan.

Education and training

Untuk mencantumkan pendidikan dan pelatihan, cukup yang logis.

Maksudnya, kalau kita mencapai dan mempunyai gelar pendidikan yang tinggi, tentunya perekrut mengabaikan dalam mempertanyakan kelulusan kita di tingkat sekolah dasar dan menengah. Yang kita perlu pastikan adalah memasukkan beberapa training relevan dengan pekerjaan yang kita lamar.

Interests

Ini opsional. Akan tetapi jika kita memutuskan untuk menuliskan tentang hobi dan minat, cukup yang singkat saja. Hindari mengatakan apa pun yang dapat menimbulkan pertentangan (mis. Afiliasi politik atau agama atau SARA), dan sebisa mungkin, kita menggunakan bagian ini untuk menunjukkan bagaimana kepribadian kita sesuai dengan bisnis yang kita lamar.

References

Untuk referensi ini untuk standard internasional perlu dicantumkan.

Maka kita harus yakin, nama orang dan contact detail yang kita cantumkan sudah kita kenal secara pribadi dan memiliki hubungan baik. Tentu saja referee akan memberikan referensi yang positif mengenai kita. Jangan main asal tulis dengan mencantumkan deretan para mantan atasan dan rekan kerja.

Saya harap teman-teman pencari kerja mendapatkan informasi dan manfaat dari tulisan ini. Silakan teman-teman melihat, membaca dan meninjau ulang, bahkan kalau perlu merevisi Surat Pengantar Melamar Pekerjaan dan Resume yang sudah ada. Selain itu, kita tentunya dapat mengambil beberapa template untuk contoh sebanyak mungkin, seperlunya dan yang sesuai dengan profil diri kita masing-masing.

Selamat berkarya dan semoga sukses!

Bali, 29 Agustus 2020

Jeffrey Wibisono V.

Hospitality Consultant Indonesia in Bali Jeffrey Wibisono V. namakubrandku Telu Learning Consulting Writer Copywriter
Share this:

Hotel Konsultan dan Mentor spesialisasi Boutique Hotel

Di dalam perjalanan karir di masa lalu, saya selalu dilibatkan dalam pembuatan marketing plan tahunan. Jatah saya adalah di bagan menyusun SWOT – Strength, Weakness, Opportunities, Threats, kemudian di teruskan dengan USP – Unique Selling Proposition. SWOT dan USP adalah tugas detail kreatif yang harus saya lakukan dengan segala upaya,  untuk disajikan menjadi data realistik dan sangat mendekati akurat, guna di implementasikan di dalam action plan.

Dengan latar belakang sebagai anggota tim penyusun Annual Budget and Marketing Plan, pada akhirnya saya menyukai untuk lebih fokus ke USP sampai akhirnya saya menjadi lebih tertantang di pembuatan konsep-konsep hotel baru yang tematik dan mengembangkan model operasional dan pelayanannya. Ini tidak lain adalah penemuan passion saya menekuni hotel butik yang memang harus unik. Jadi gak percuma dilatih mencari hal-hal unik di semua produk yang telah saya tekuni. Bisa maksimal di kategori boutique, minimum harus kelas bintang 4 dan tentunya karya penciptaan bisa sampai naik ke tingkat Luxury.

Saat ini saya sebagai seorang konsultan hotel, mentor, trainer dan pembicara publik mengusung branding Real Life Situation Trainer. Disini saya menekankan pentingnya sistem pendidikan old-school di dalam operasional hotel sebagai fondasi sebelum masuk ke modify service kemudian ke tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu boutique service. The role of old -school hotel operations consists of three (3) basic duties are Planning, Management and Control. Berbekal pengetahuan dasar ini, saya secara bertahap menjadi General Manager praktisi yang diperhitungkan sebagai spesialisasi dan ahli di Pre-Opening Boutique Hotel.

Dalam perjalanan sukses mengoperasikan Boutique Hotel, tentunya tidak lepas dari persiapan penulisan Hotel Manual yang berisi Job Description, Policies and Procedures, Standard Operating Procedure. Isinya pengembangan basic ideas, concepting, developing, evaluating, setting-up, promoting. Di pekerjaan implementasi untuk mematangkan the ideas into goal tentu saja harus banyak melibatkan tim kerja atau bisa disebut supporting team yang memiliki kemampuan dan skill specific di bidangnya dari semua divisi dan department.

Bali, 17 Agustus 2020

Jeffrey Wibisono V.

Hospitality Consultant Indonesia in Bali Jeffrey Wibisono V. namakubrandku Telu Learning Consulting Writer Copywriter
Share this:

Profesi sebagai Konsultan Hotel

Pertama-tama, kita harus memahami dulu apa konsultan itu sebenarnya. Wikipedia menerangkan Konsultan (istilah alternatif: pakar runding) adalah seorang tenaga profesional yang menyediakan jasa kepenasihatan (consultancy service) dalam bidang keahlian tertentu, misalnya akuntansi, pajak, lingkungan, biologi, hukum, koperasi dan lain-lain. Dan di wilayah ini saya masuk menjadi Konsultan Hotel.

Perbedaan antara seorang konsultan dengan ahli biasa adalah sang konsultan bukan merupakan pegawai perusahaan sang penggunalayan (client), melainkan seseorang yang menjalankan usahanya sendiri atau bekerja di sebuah perusahaan kepenasihatan, serta berurusan dengan berbagai penggunalayan dalam satu waktu.

Apa Itu Kerja Sebagai Konsultan?

Apa saja Kriterianya?

Seiring berkembangnya zaman, banyak profesi baru yang bermunculan karena mengikuti bagaimana bisnis yang bertumbuh membutuhkan orang-orang dengan deskripsi pekerjaan yang memiliki keahlian khusus. Tentu saja ini menjadi peluang karier yang besar juga untuk kita semua yang ingin mendapatkan pengalaman lebih baik serta mampu berkembang bersama zaman.

Apa saja profesi baru yang muncul?

Di kelas dunia negara-negara maju, sudah ada pekerjaan-pekerjaan prestisius yang menuntut keahlian khusus. Antara lain

  1. Data Scientist atau Ilmuwan data – pekerjaan terseksi abad ke-21.
  2. Information Security Engineer – bekerja untuk melindungi sistem jaringan komputer organisasi, dan merencanakan serta melaksanakan langkah-langkah keamanan untuk melindungi informasi sensitif dari infiltrasi dan serangan cyber.
  3. Direktur D&I (Diversity and Inclusion) – pekerjaan yang berfokus pada budaya tempat kerja, khususnya dalam keragaman dan inklusi.
  4. Sales Engineer – komunikator antara aspek penjualan dan teknik untuk perusahaan teknologi.
  5. Salesforce Developer – peran pengembang Salesforce menjadi posisi yang dicari di perusahaan seperti Google, Amazon, PwC dan Uber.

Untuk industri perhotelan lebih banyak profesi baru yang berhubungan dengan pekerjaan Marketing.

Sebut saja antara lain

  1. Digital Marketing Specialist
  2. Content Writer
  3. Animated Graphic Designer
  4. Konsultan SEO.

Ya, konsultan yang berkualitas sudah ada dari dulu, tapi juga harus tahu bagaimana industri bertumbuh guna mempelajari dan memahami keinginan dan kebutuhan pangsa pasar/ guest experience. Termasuk di dalamnya bekerjasama dengan produk-produk digital yang berkembang setiap hari. Untuk analisa menuju solusi dan decision making process, kita harus bicara dengan data dan angka.

Jadi sebenarnya, apa itu kerja Konsultan Hotel secara specifik?

Konsultan Hotel bekerja untuk Pemilik Perusahaan atau Manajemen Operasional Hotel sesuai dengan kebutuhan pengembangan dan pemantapan perusahaan. A spesific job.

Dalam klasifikasi saya, ada pekerjaan dengan goal yang berbeda di masing-masing assignment. Sekarang mari kita fokus ke Business Re-Start sebagai upaya pemulihan bisnis  di masa pandemi COVID-19. Disini saya masuk ke spesialisasi pendekatan secara Marketing & Sales.

  1. Lakukan evaluasi Tim SDM – Kenali dan bekerjalah dalam pekerjaan yang sesuai dengan kekuatan/keahlian (strength and special skill set).
  2. Menganalisa trend industri perhotelan dan pariwisata internasional untuk diterjemahkan sesuai kondisi parameter domestik secara konsep pentahelix.

Mencakup

a.         Marketing & Sales Action Plan

b.         Persiapan launching program  Marketing

c.         Aktivitas Public Relations

d.         Merekomendasikan dan Menetapkan Corporate Identity

e.         Advertising Services

f.          Reservations and Representative Services

  • Evaluasi target pangsa pasar
  • Me-manage bisnis
  • Mulai menjalankan proses perencanaan
  • Memiliki rencana untuk pendanaan
  • Siap lepas landas
  • Bersiap untuk trial and error

Untuk hotel yang sedang ber-operasi, saya lebih sering masuk sebagai tim support

Marketing & Sales memaksimumkan branding dengan goal total revenue untuk mencapai optimum profit sebagai target. Masa kerja yang diperlukan selama minimum enam bulan terus menerus untuk bisa mulai melihat hasil beberapa bulan ke depan dan jangka panjang-nya.

Sebenarnya, untuk menjadi konsultan bukanlah pekerjaan yang mudah.

Mengapa begitu?

Karena sebelum kita bisa menyebut diri sebagai konsultan, kita harus memiliki pengalaman yang berlimpah di bidang tertentu.

Ya, konsultan yang baik bukan berarti bisa menguasai segala bidang, tapi menguasai satu bidang secara mendalam hingga bisa memberikan saran, masukan, dan strategi yang tepat bagi pihak yang membayar jasanya.

Dengan persyaratan seperti itu, maka tidak semua orang bisa menjadi konsultan. Perlu karier yang jelas dengan kinerja yang baik agar bisa dipercayai oleh orang lain untuk memberikan masukan.

Bagi teman-teman yang tertarik untuk menjadi konsultan, ada beberapa tips yang berguna untuk diaplikasikan sejak dini agar bisa memiliki satu paket kemampuan konsultan yang baik.

Poin-poinnya antara lain

  1. Konsultan harus memiliki Portofolio kemampuan teknis terhitung sebagai ahli , baik dan berkualitas.
  2. Konsultan wajib memiliki kemampuan berkomunikasi verbal dan tulis dengan baik.
  3. Menghormati deadline (batas waktu) itu penting
  4. Harus mampu mengerjakan apa yang diminta klien; dalam artian kita harus bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan sesuai keinginan klien.

Apa yang dapat menghentikanmu untuk merangkai kisah sukses selanjutnya?”

Pilihannya adalah hidup berdampingan dan mengasah ketrampilan sambil mempelajari beberapa keahlian tambahan selama masa pandemi COVID-19. Sehingga kemudian pada saatnya kita muncul berkilau di ranah publik karena sudah terasah.

Bali, 13 Juli 2020

Jeffrey Wibisono V.

Jeffrey Wibisono V. @namakubrandku
Hospitality Consultant Indonesia in Bali -  Telu Learning Consulting – Commercial Writer - Copywriter - Jasa Konsultan Hotel
Share this:

Kepariwisataan Berkelanjutan Setelah Era Pandemi

NEGARA Kesatuan Republik Indonesia, dengan 17.504 pulau, secara de facto terdiri dari 34 provinsi. Di dalamnya ada 416 kabupaten dan 98 kota atau 7.024 daerah setingkat kecamatan dengan 81.626 daerah setingkat desa. Populasi hampir 270.054.853 jiwa pada tahun 2018. Mari kita tunggu pengumuman hasil sensus penduduk 2020 yang dilakukan secara online — hasilnya akan diumumkan sebelum tahun 2020 berakhir—.

Berita hari ini yang saya baca, dari 34 provinsi, terekam 15 provinsi di Indonesia tidak terjadi penambahan kasus positif COVID-19 (data per 5 Juni 2020). Berarti, hampir 50% provinsi di Indonesia sudah tidak ada penambahan kasus positif baru. Kabar baik.

Bagaimana dengan kepariwisataan setelah era pandemi?  Kalau di kumpulkan sudah ada ratusan prediksi perilaku dan bisnis yang akan berkembang berkenormalan baru dengan pemikiran life after COVID-19

Di dalam bukunya berjudul “Kepariwisataan Berkelanjutan Rintis Jalan Lewat Komunitas”, tertuang pemikiran pak I Gede Ardika, Menteri Pariwisata 2000 – 2004.

Pak Ardika mengulas bagaimana pembangunan pariwisata di Indonesia yang bertumpu pada konsep, prinsip-prinsip, serta cita-cita dan tujuan sebagai bagian integral dalam pembangunan nasional.

Mulai ulasan makna dan hakikat kepariwisataan, falsafah kepariwisataan yang berakar pada kearifan lokal. Serta contoh konkrit dari beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya Yogyakarta dan Bali. Sebagai ilustrasi, Pak Ardika mencontohkan sejumlah desa wisata yang berhasil menerapkan nilai-nilai dasar dalam upaya mensejahterakan kehidupan mereka di antaranya; Desa Wisata Pentingsari di kaki Gunung Merapi Daerah lstimewa Yogyakarta dan Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali.

Pak Ardika melalui buku ini juga menyampaikan bahwa nilai-nilai dasar yang dijadikan sebagai acuan (di antaranya dalam UU Kepariwisataan No.10 Tahun 2009 yang telah memasukan Kode Etik Kepariwisataan Dunia) dalam kepariwisataan nasional itu bukan ilusi kosong semata. Prinsip-prinsip ini telah diterapkan dalam mengembangkan kepariwisataan pedesaan berbasis masyarakat di Indonesia.

Alternatif jawaban dalam mewujudkan cita-cita itu adalah kepariwisataan berbasis komunitas, yaitu masyarakat sebagai pelaku.

Insight kepariwisataan adalah alat pembangunan yang strategis dan inklusif. Kepariwisataan menyentuh beragam aspek sekaligus menciptakan ekosistem  yang membutuhkan keterlibatan seluruh kelompok masyarakat. Cita-cita dan tantangan kepariwisataan di Indonesia adalah mewujudkan kepariwisataan yang bertanggungjawab dan berkelanjutan dari sisi ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.

Lalu apa panduan dan peran UNWTO dalam pengembangan kepariwisataan Indonesia yang erat kaitannya dengan Prosedur Tetap (Protap) COVID-19 standar WHO untuk pelayanan kesehatan?

Sampai disini, pembahasan akan menjadi sangat serius dan saya serahkan ke tenaga ahlinya saja. Saya hendak alih fokus, membawa sidang pembaca ke prediksi masa depan yang membawa kita ke tatanan baru dalam bersosialisasi.

Berdasarkan dari begitu banyaknya informasi tertulis yang saya baca, melihat gambar juga menonton video, banyak tata cara ditawarkan, kemudian membawa saya kilasbalik ke masa lalu. Saya generasi yang mengalami jamannya Indonesia susah tahun 70 – 80an. Tahun 2020 ini kok saya rasakan ada kemiripan. Mungkin ada diantara sidang pembaca yang satu generasi dengan saya dan bisa menambahkan informasi.

Di Sekolah Dasar waktu itu, saya mendapatkan pembagian sumbangan jatah susu bubuk dalam kantong plastik bening yang tidak ada mereknya. Katanya –waktu itu– yang dibagikan adalah susu kedelai. Juga pengganti nasi di rumah namanya bulgur. Saya sudah lupa seperti apa rasa bulgur itu.

Maka dengan banyaknya wacana aturan baru dalam bersosialisi yang sedang dibuatkan payung hukum, maka saya mikirnya, ini circle of life. Pengulangan masa lalu sesuai jamannya.

The time is always right to do what is right. Masanya senantiasa tepat untuk melakukan hal-hal yang benar. Di masa tahun 70 – 80 an itu, mobil dan kendaraan umum tidak ber-AC. Kita menikmati sirkulasi udara natural. Apa bedanya dengan rekomendasi saat ini yang mengajari kita untuk mendapatkan sirkulasi udara sehat dengan membuka pintu dan jendela di waktu-waktu yang memungkinkan. Juga mengepel lantai dengan desinfektan.

Tentang Kuliner

Di jaman saya, restoran juga jarak antar meja nya cukup jauh. Di celah tempat duduknya bisa papasan dua orang dengan berjalan tegak, tidak pakai memiringkan atau mencondongkan tubuh. Bahkan ada restoran yang mememasang sekat antar meja, menjaga privasi.

Dan apa rekomendasi dari protap COVID-19 sekarang?

Ya, mengatur meja restoran berjarak 1.5 – 2 meter.  Sehingga kapasitas tempat duduk berkurang sekitar 50% dibandingkan pengaturan sebelum pandemi COVID-19 mewabah.

Kemudian dari edaran Tas Siaga COVID-nya BNBP, saya jadi ingat, kalau beli makanan dari gerobak pinggir jalan di sepanjang jalan Senopati Jakarta. Makannya di dalam mobil masing-masing dan bisa dipastikan setiap pembeli menyiapkan alat makan sendiri.

Di masa kini, kita yang sudah kena globalisasi, gerobak makanan kita sebut Food Truck. Karena yang pedagang di trotoar kaki lima sekarang menggunakan bagasi mobilnya untuk menata makanan jualannya.

Satu lagi, bahan makanan yang dianjurkan adalah organik dan sebisanya menghindari makanan cepat saji.

Ya, di masa lalu, — belum jamannya berbagai macam obat-obat kimia dalam bidang pertanian dan perkebunan. Pertumbuhan dan kesuburan alami dengan menggunakan pupuk kandang.

Bioskop

Yang menarik adalah bioskop. Yang punya mobil akan ke Drive-In Cinema dan yang lainnya akan ke gedung bioskop luar-ruang misbar singkatan dari gerimis bubar di masa kecil saya. Sekarang disebut nobar kependekan dari nonton bareng. Ini dunia hiburan yang akan trendi di banyak kota besar.

Pelesir

Yang saya bayangkan, pangsa pasar pertama yang akan melakukan perjalanan pasca COVID adalah keluarga-keluarga kecil. Dengan mobil-mobil yang cukup untuk ber-enam. Mobil pariwisata adalah mobil terbuka dan jenis-jenis mobil ber-AC yang muat untuk enam penumpang dengan sekat antara sopir dan penumpang. Seperti limousine service dan taxi di beberapa negara Eropa.

Di jaman saya tahun 70 – 80an, bahagianya naik colt diesel itu tanpa AC pulang-pergi Malang – Surabaya atau piknik bersama keluarga ke tempat-tempat lain berjarak tempuh sekitar empat jam.

Kemudian traveling menjadi hal yang mewah dan mahal. Ngurus surat ini itu dan ngisi form ini itu termasuk harus suntik vaksin sesuai aturan destinasi yang dituju. Apa bedanya dengan wacana dan peraturan yang sedang disusun saat ini?

Lebih jauh lagi, bagaimana dengan cara kerja dan pemikiran marketing industri perhotelan dan pariwisata saat ini dan beberapa bulan ke depan menghadapi COVID-19 under control dan program recovery-nya?

Faktanya pangsa pasar tidak mendukung secara global. Penawaran yang sedang beredar adalah Cost Price Long Staying, dan gencar dengan Pay Now Stay Later.

Semua strategi ini tentunya telah diperhitungkan dengan matang oleh menejemen perusahaan masing-masing. Mode bertahan hidup. Ini semacam aksi yang sama dimana-mana, sea of similarity.

Akhirnya, bagaimana rencana masa depan kepariwisataan termasuk aksi jangka pendek dan panjangnya?

Bukan lagi inovasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam persiapan meluncurkan kembali perjalanan dan pariwisata berkelanjutan dunia. Melainkan membuka akses lintas batas seperti sebelumnya dan melonggarkan segala peraturan rumit yang disiapkan oleh masing-masing pemerintahan di seluruh dunia. Dengan prioritas jaminan kesehatan untuk semua tingkat kemampuan ekonomi wisatawan di semua destinasi tetap di urutan nomer satu dan biayanya terjangkau.

Bali, 06 Juni 2020

Jeffrey Wibisono V.

Hospitality Consultant Indonesia in Bali Jeffrey Wibisono V. namakubrandku Telu Learning Consulting Writer Copywriter

Juga dipublikasikan di

Share this:

“Stay at Home Economy”, Kekinian ataukah Model Bisnis Masa Depan?

STAY at home economy akan menjadi tren di masa yang akan datang,” demikian pernyataan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (28/4).

Kita semua telah tahu, bahwa kuartal pertama tahun 2020 ini dimulai dengan masa suram perekonomian rakyat. Untuk Bali, sudah terasa seretnya pendapatan bagi pekerja pariwisata, perhotelan dan lingkaran ekosistemnya pada bulan Maret. Bisa diperhitungkan mulai dari di tetapkannya status siaga Corona oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. Status siaga yang  berlaku dari 16  sampai 30 Maret 2020. Kemudian diperpanjang sampai 29 May 2020.  Selanjutnya, provinsi lain di Indonesia juga terdampak.

Dalam perjalanan status siaga ini, kita sekarang mematuhi tambahan ketetapan pemerintah pusat,  yaitu “larangan mudik”. Tindakan yang diambil  demi mencegah semakin meluasnya penyebaran virus Corona penyebab COVID-19. Peraturan ini  disampaikan oleh Presiden NKRI Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas, Selasa 21 April 2020. Tindakan larangan mudik diberlakukan pemerintah mulai Jumat, 14 April. Keputusan ini mengakibatkan seluruh moda transportasi dihentikan sementara. Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyebutkan, moda transportasi baik darat, laut, udara dan kereta api, dihentikan sementara hingga batas waktu yang ditentukan. Kendaraan bermotor dilarang beroperasi hingga 31 Mei, transportasi laut hingga 8 Juni, dan kereta api hingga 15 Juni 2020.

Bisnis rumahan dadakan

Dari mengamati dan menyadari cara hidup keseharian di kuartal pertama 2020 ini, kita pasti merasa dipaksa untuk mendigitalisasi banyak hal dalam menjalani aktifitas keseharian. Kondisi #DiRumahAja ini telah membangkitkan bisnis kuliner rumahan dadakan sektor bisnis informal. Para pekerja terutama dari sektor pariwisata dan perhotelan —penghasilan tetap bulanannya harus rela “dicacah”—, mulai mengeluarkan jurus-jurus mempertahankan ekonomi rumah tangga dari keahlian memasak.

Berbekal pengetahuan social media, mereka mulai beraktifitas memulai e-commerce industri rumahan. Membuka pesanan dan sesuai kesepakatan ditentukan juga hari dan jam pengantarannya. Bahkan yang sebelumnya gaptek – gagap teknologi dipaksa go digital untuk memulai bisnisnya. Tiada ampun covid-19 ternyata juga memberi nilai positif untuk memaksa semua orang beradaptasi dengan lingkungannya.

Opsi pesan-antar membuka peluang bisnis rumahan yang sangat luas. Komunikasi untuk menerima pesanan pun sangat mudah dengan menggunakan platform gratis  digital berbasis sosial media, termasuk instagram message, facebook messenger, whatsapp, line dan beberapa lagi. Juga yang sudah eksis bekerjasama dengan provider ojol Go-Jek dan Grab.

Apakah bisnis pesan-antar yang sekarang menjadi tren perjuangan mengais rejeki untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga hanya untuk sementara?

Kalau saja, bisnis pesan-antar dadakan ini menyehatkan ekonomi rumah tangga saat ini dan beberapa bulan ke depan, tentunya stay at home economy tren bisnis kekinian akan menjadi tonggak main income pelakunya.   Kelangsungan bisnis masa depan yang bisa diperhitungkan sebagai membuka lapangan kerja di sektor UKM / UMKM dengan didukung digital platform yang tepat sasaran untuk memudahkan cara kerja dengan jangkauan pasar yang lebih luas.

Industri Kuliner

Bagaimana dengan restoran-restoran dan usaha lainnya dari kategori PT, CV, UD dan UKM?

Stay at home economy bisa diterjemahkan lebih luas lagi. Karena pergeseran seismik ini, platform digital dan solusi pesan-antar berkembang pesat. Semua sektor industri menjadi semakin tergantung pada digitalisasi. Solusi menggunakan platform pesan-antar digital pasti diperlukan untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas dan mempermudah sistem kerja. Investasi dengan biaya murah dan menjadi solusi jangka panjang dalam berbisnis. Bisa dipastikan sistem e-commerce ini akan terus dikembangan untuk kepentingan masa depan.

Pebisnis makanan dan minuman pun dipaksa untuk bertransformasi untuk mendatangi customer. Sesuai keputusan pemerintah, restoran harus tutup. Tetapi para pengusaha restoran termasuk restoran di hotel dituntut untuk mampu mempertahankan karyawannya dan menggaji sesuai kesepakatan kerja antara kedua belah pihak.

Thanks to Technology.

Dengan makin canggihnya alat komunikasi dan bisa saling diintegrasikan, maka Platform Digital Pesan-Antar sangat membantu para pebisnis dan konsumennya untuk tetap berinteraksi, dan walaupun pendapatan turun tetapi bisnis hidup. Untuk pebisnis sektor formal, ada beberapa solusi perangkat lunak (SaaS) di pasar yang memberi kita alat untuk menjalankan dan maintain operasional pengiriman kita sendiri. Beberapa nama yang dikenal dari luar Indonesia adalah Oddle, Tabsquare, Kaddra, Weeloy, dan Butleric. Sedangkan Digital Ordering Platform yang sudah banyak dipakai di indonesia adalah deeats dan linktr.ee instagram tool,selain google, dan facebook yang juga merespon situasi stay at home /#DiRumahAja dengan menyediakan fasilitas bisnis untuk publik.

Lantas! Solusi atau platform pesan-antar mana yang lebih baik?

Kita dapat menyimpulkan bahwa solusi pesan-antar masuk akal untuk perusahaan mapan juga UKM / UMKM  yang memiliki sumber daya untuk mengelola operasional pengiriman mereka sendiri. Kita harus berpikir secara logis dan menganalisa apa sebenarnya yang akan menjadi biaya. Terutama saat kita menganggap platform digital ini tiba-tiba sebagai bagian penting dari rantai pasokan. Kita seharusnya menganggapnya sebagai kebutuhan wajar dalam menjalani new normal berkelanjutan dalam etika bisnis era COVID-19. Solusi pemesanan online yang dapat kita tawarkan kepada customer untuk melihat menu, memesan, dan melakukan pembayaran online. Biasanya solusi ini diberi istilah white label merek restoran.

Nilai tambah platform digital pesan-antar

Bisa di evaluasi dari kebiasan kita yang menjadi konsumen, yaitu akan melihat peningkatan jumlah opsi menu dan beragam penawaran untuk dipilih.

Pebisnis kuliner dadakan dan restoran memiliki aliran pendapatan dari bisnis pesan-antar untuk membiayai dapur masing-masing.

Pebisnis kuliner pesan-antar menciptakan lebih banyak pekerjaan untuk karyawan dan driver ojol sebagai partner kerjasama pihak ketiga.

Platform digital pesan-antar mendorong inovasi dan mengimplementasikan smart kitchen berbasis cloud yang biaya operasionalnya lebih rendah dibandingkan conventional kitchen.

Akhirnya kembali kepada topik awal, apakah stay at home economy, bisnis berbasis ekonomi kerakyatan akan menjadi sumber pendapatan utama masa depan kita?

Bali, 08 Mei 2020

Jeffrey Wibisono V.

Jeffrey Wibisono V. @namakubrandku
Hospitality Consultant Indonesia in Bali -  Telu Learning Consulting – Commercial Writer - Copywriter - Jasa Konsultan Hotel

Juga dimuat di

Share this:

Mengubah Episode Krisis COVID-19, Menjadi Peluang

PERIHAL pertama yang harus kita lakukan adalah merubah mindset, mulai berpikir dan mengakui terlebih dahulu, bahwa dunia akan sangat berbeda dari dunia sebelumnya, — setelah krisis COVID-19 berlalu. Serba digital, mulai dari kebersihan dan sanitasi, panduan informasi atau terminologinya compendium,  sampai ke transaksi bisnis mikro.

Bisnis travel & tourism – perjalanan dan pariwisata adalah salah satu sektor ekonomi yang terpuruk akibat krisis Corona saat ini. Mari kita pastikan bisnis travel & tourism ini akan terus berlanjut, baik  untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Tertunya kita paham kalau tidak ada tourism  tanpa travel. Pada dua kuartal di tahun 2020 ini, secara bertahap sampai mencapai tingkat global, perjalanan dan pergerakan manusia berhenti total akibat Coronavirus.

Tantangan untuk sektor bisnis  perjalanan dan pariwisata adalah bagaimana berkontribusi dan memimpin transformasi –seluruh masyarakat– memasuki dan menjalani era ekonomi baru, era pasca Coronavirus.

Pertanyaan saya adalah, bagaimana kemudian kita bisa mendapatkan dana untuk penyelamatan bisnis dan revitalisasi perusahaan?

Perusahaan yang dimaksud disini adalah industri perjalanan dan pariwisata, termasuk maskapai penerbangan, perusahaan pelayaran, agen perjalanan, dan operator tur juga perhotelan.

Kesehatan ekonomi — secara menyeluruh — satu-satunya cara bagi sektor travel & tourism untuk tumbuh dan mendapatkan manfaat. Suatu tantangan yang tidak hanya mampu membawa kita ke pemulihan yang sehat, tetapi juga memindahkan kita ke dunia yang berbeda. Dunia yang lebih maju dan makmur, dunia yang lebih baik.

Krisis COVID-19 memiliki dua fase berbeda;

  1. Fase  #DiRumahAja / Karantina Mandiri: Mengurung dan menahan diri untuk menjaga diri sendiri dan orang lain supaya tetap sehat dan hidup.  Tantangan berat dari segi  kesehatan massa yang memberi dampak langsung saat ini.
  2. Fase pemulihan: Persiapan yang strategis dan penuh perhitungan untuk mengatasi dan  harus dapat menjamin dampak serius dari krisis ekonomi, sosial dan lapangan pekerjaan.

Menurut saya, kita sekarang harus mulai merencanakan dan mempersiapkan fase ke-dua dan biayanya, dengan memperhitungan keterlibatan dan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Mengingat kerusakan ekonomi besar-besaran telah terjadi pada fase #DiRumahAja, dampaknya sudah bisa dipastikan akan mempengaruhi pencapaian pada fase pemulihan. Masa yang diperhitungkan mulai dari status under-control diumumkan.

Kita semua tentunya berharap, sementara kita bekerja dengan status WFH – Work From Home, kita harus tetap berprestasi di luar lingkup kerja dalam kondisi normal. Saling berbagi wawasan positif  akan sangat membantu menguatkan dan meyakinkan secara mental juga pemikiran, bahwa kita masih punya team-work dalam perjuangan pada fase #DiRumahAja saat ini.

Mengacu pada fase #DiRumahAja, dampak negatif-nya, kita dalam posisi sedang limbung, bingung menghadapi dan mengatasi permasalahan yang sedang berlangsung. Buat saya pribadi kita perlu menyoroti

  • Kondisi finansiil atau keuangan perusahaan
  • Kondisi ketidakpastian akan lapangan pekerjaan dan penghasilan yang berkesinambungan
  • Strategi taktis dan kreatif dalam hal pemasaran dan penjualan
  • Tindakan proaktif untuk menjemput bola
  • Ber-empati, turun tangan membantu pekerja dan masyarakat terdampak yang sudah semakin kecil kesempatannya untuk berpenghasilan.

Mohon ijin, untuk mempersiapkan masuk ke fase recovery, saya mengutip  dari situs resmi  The World Tourism Organization (UNWTO).

Perlu kita ketahui,  bahwa komite krisis COVID-19 memasang target untuk recovery/ pemulihan travel & tourism,  pariwisata global, melalui tiga cakupan makro antara lain:

  1. Healing for people – Solusi yang berfokus pada langkah-langkah keselamatan, metode sanitasi, deteksi dini, antara lain untuk pariwisata dan travel-related stakeholders – suatu pedoman untuk dipergunakan oleh wisatawan, pekerja pariwisata, operasional perhotelan, agen perjalanan, tour-operator, transportasi, taman hiburan, dll.
  2. Healing for prosperity – Solusi yang difokuskan pada aplikasi digital untuk pariwisata, sharing-economy, circular-economy, manajemen pendapatan, pemulihan permintaan, dan investasi. Di antara bidang-bidang lainnya, akan diterapkan untuk seluruh sektor strategi jangka pendek dan jangka panjang.
  3. Healing for destinations – Solusi yang difokuskan pada teknik pemulihan untuk destinasi: komunikasi krisis, manajemen krisis, mobilitas, re-branding destinasi pariwisata, pemulihan travel-confidence, di antara bidang terkait lainnya.

Lalu kapan status under-control  ini dideklarasikan oleh pemerintah?

Berapa hari lagi atau berapa bulan lagi?

Semoga bulan Juni 2020 kita bisa memulai pergerakan bisnis lagi mengacu pada Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 13.A tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona di Indonesia yang berlaku selama 91 hari terhitung sejak tanggal 29 Februari – 29 Mei 2020.

Secara ilmu sales and marketing  perhotelan – dimana saya sebagai salah satu praktisi yang terlibat langsung dalam pemulihan bisnis pasca bom Bali pertama – proses pemulihan bisnis ini seperti yang tercantum di contract rate luring/ offline antara hotel vs biro perjalanan yang berhubungan dengan seasons/ musiman, yaitu Low, Shoulder, High, Peak. Ada empat (4) tahapan untuk bisa kembali kepada hasil bisnis yang sangat positif di tahun 2019 lalu bagi semua sektor bisnis yang terpuruk saat ini

Prediksi saya, dari status under-control di umumkan atau di deklarasikan, bisnis kita memasuki tahap pertama, yaitu Low Season. Jangka waktunya bisa dari enam (6) sampai sembilan (9) bulan.

Mengapa demikian?

Karena pada 6 sampai 9 bulan pertama perjalanan pasca-coronavirus ini adalah jangka waktuuntuk menawarkan harga promosi yang dibuat oleh sektor industri travel & tourism. Mari jangan segan-segan membuat harga promosi yang berlaku untuk jangka waktu terbatas dan penawarannya sampai pada tingkat tidak bisa ditolak lagi oleh potential travelers. Sebenarnya, target market  disini adalah para traveler  yang nekad “first to fly” dan traveling kembali menjadi keharusan bagi golongan kelas ekonomi kuat. Saya menyebutnya The Have and The Rich.

Peluang ini harus kita ciptakan dengan menempatkan dan mempraktekkan secara konsisten  aturan baru dalam hal passenger / guest handling dalam hal Hygiene & Sanitation for passengers’ health concern, modifikasi standar customer service untuk meyakinkan pasar yang lebih luas lagi untuk membangun travel confidence.

Dalam perjalanan bisnis enam (6) bulan pertama, kita bisa bersiap dengan strategi pemasaran memasuki Shoulder Season.

Di tahap 6 sampai 9 bulan kedua ini, kita sudah mulai bisa men-targetbusiness danfrequent traveler. Mereka-mereka yang mempunyai cukup uang untuk membiayai kehidupan sehari-harinya. Biasanya kita menyebut kelompok menengah ke atas.

Selanjutnya ke tahap bisnis yang lebih sehat, High Season pada 6 sampai 9 bulan ke-tiga.

Jadi, pada tahap ke-tiga ini, magnet travel & tourism sudah mulai menarik para pelaku perjalanan yang telah lama harus menahan diri karena dipaksa oleh situasi.  Perjalanan bisnis tentunya sebagian besar akan kembali normal, atau setidaknya mendekati normal kalau diprediksi mengacu pada hasil sukses tahun 2019. Sepertinya di tahap ke-tiga ini a new normal akan kita  dapatkan.

Akhirnya, tahap ke-empat pada 6 sampai 9 bulan setelah High Season selanjutnya si Peak Season ini yang kita tunggu-tunggu. Sudah waktunya sektor industri travel & tourism menikmati kembali volume lalu lintas bisnis massal dengan intensitas tinggi dan bikin orang sibuk seperti pada masa sebelum wabah COVID-19 mendunia.

Harap selalu diingat, bisnis travel & tourism termasuk hospitality industry bisa kembali normal hanya melalui team-work, kebersamaan yang solid dalam menciptakan suatu destinasi yang sehat, aman dan nyaman untuk menembus reputasi bisnis kelas dunia.

Semoga dalam perjalanan pemulihan bisnis pasca wabah COVID-19,  tidak ada lagi bencana kelas dunia. Orang bijak punya kalimat “Always expect the worst”, kita harus belajar dari kondisi saat ini terutama dalam me-manage reserved fund untuk menangani kondisi darurat.

Salam sehat dari saya dan semoga kita menjadi berkat bagi sesama dan dunia.

Bali, Senin, 13 April 2020

Jeffrey Wibisono V.

Jeffrey Wibisono V. @namakubrandku
Hospitality Consultant Indonesia in Bali -  Telu Learning Consulting – Commercial Writer - Copywriter - Jasa Konsultan Hotel

Juga di publikasikan di

Share this:

COVID-19 vs Revolusi Industri Gen 4.0 Pariwisata

Seiring dengan mendunianya wabah COVID-19 dalam hitungan hari, saat ini topik paling panas di seantero jagad adalah Stay Home You Safe Lives. Jargon berupa tagar atau hashtag termasuk #DiRumahAja milik Indonesia dan #TravelTomorrow milik UNWTO.

Ada lagi jargon yang lain?

Satu lagi yang sedang viral di dunia adalah #WhenWeTravelAgain. Editor perjalanan di Irish Independent bernama Pol O Conghaile @poloconghaile yang memulai tagar tersebut  di Twitter. Tagar ini mendapatkan banyak reaksi sebab menandakan kebebasan dan memberikan gambaran masa depan

Kemudian, mestinya kita semua pekerja pariwisata dan perhotelan mempunyai pertanyaan selanjutnya seperti:

Apakah dampak COVID-19 bagi Indonesia?

Kira-kira pola traveling pasca pandemi seperti apa ya?

Untuk ini, saya memikirkannya dari sudut pandang optimis  #ExcitedForTomorrow. Saya menaruh harapan untuk esok hari, membuat cita-cita baru, yaitu NEW SKILLS – beberapa keahlian baru selama masa karantina mandiri #DiRumahAja.

Di luar kesadaran kita, momentum wabah COVID-19 ini membuat kita semua mengerjakan banyak hal secara digital. Kita mulai dari pelajar yang harus belajar di rumah dan sebagian tutorialnya dengan cara tele-conference. Kemudian, pekerja dengan status WFH – Work From Home, pertemuan hariannya secara live tele-conference menggunakan tool Zoom dari masing-masing gadget.

Lebih jauh lagi, golongan menengah ke bawah jadi belajar untuk berbisnis di lingkungannya. Sementara ojol dan beragam fasilitas digital makin menunjang banyak orang untuk belajar bisnis. Disini termasuk kita-kita yang pada belajar berbelanja konsumsi makanan melalui online. Situasi ini bisa terjadi karena dipaksa oleh keadaan harus tinggal di rumah plus jaga jarak aman.

Jadi pasca COVID-19, Indonesia akan aman, maju dan malah lebih  sehat.

Bisnis menyebar ke daerah, bisnis menengah ke bawah tumbuh, dan swadesi meningkat. Inilah yang saya sebut  konsep percepatan “digitalisasi revolusi industri gen 4.0 menggunakan momentum wabah COVID-19”.

Transaksi menggunakan uang fisik kertas dan koin akan jauh berkurang, karena sudah tersedia virtual payment gateway. Pembayaran instan tunai yang menguntungkan penjual karena cash flow tetap berjalan, dan memberi manfaat juga kepada pembeli karena tidak perlu menyimpan uang kembalian yang dicurigai mengandung banyak virus karena telah dipegang banyak tangan dalam peredarannya.

Mari kita lanjutkan fokus ke  pola traveling dan tuntutan traveler pasca CoVID-19. Sudah pasti tuntutan traveler nomer satu terhadap suatu destinasi adalah sehat, aman dan nyaman. Ya urutan nomer satu menjadi “sehat” menggantikan yang sebelumnya “aman”.

Dengan mengusung pengetahuan tentang COVID-19 ini yang melarang kita untuk menyentuh permukaan-permukaan barang, dan harus rajin cuci tangan, maka jalan keluarnya adalah “personalized all services” dan salah satunya adalah Go Digital.

Beragam teknologi untuk pelayanan sudah dipikirkan, dikembangkan dan tersedia saat ini. Untuk customer service dengan menghargai dan menjaga health concious customer, maka layanan harus dilakukan dalam jarak aman.

Jadi,  banyak barang cetakan yang berupa directory, informasi, promosi, menu restoran, menu room-service dan delivery service dan banyak lagi harus digitalkan. Kemudian materi digital tersebut bisa diakses langsung oleh customer dari handphone masing-masing. Inilah solusi gen 4.0 yag murah berfaedah dan memberikan kenyamanan kepada customer karena tidak perlu menyentuh barang yang sudah dipegang banyak orang. Kebiasaan sesuai generasi nya yang tadinya kita sebut hubbing, selfish karena tidak berinteraksi dengan orang lain, sekarang menjadi SAH!.

Untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 yang masih tergolong baru ini, diperlukan persiapan dan pelatihan khusus yang mendukung.  Kita sudah mulai dibiasakan beribadah yang menampilkan pimpinan umat atau imam agama di rumah masing-masing dengan live-streaming. Kemudian ber-olah raga ala klub kebugaran pun dipandu dengan live streaming. Diantara banyak perusahaan yang terpuruk, saat ini bisnis penyedia jaringan internet yang meraup penghasilan paling tinggi sesuai kebutuhan masyarakat dunia.

Pernah merasakan kalau kita kehabisan pulsa? Pasti kita tidak mau kejadian tersebut terulang lagi.

Saat ini, Indonesia sudah mulai menggarap revolusi industri 4.0, terlihat dari banyaknya perusahaan yang telah menerapkan sistem jaringan internet untuk memudahkan akses-akses informasi internal, pengawasan karyawan, sampai pembukuan. Pastilah perusahaan semacam itu kita sebut dengan istilah smart company. Kita sudah terbiasa dengan smart phone dengan segala fiturnya bukan?

Di balik kemudahan standar era kekinian yang kita rasakan di era komunikasi ini,  dalam revolusi industri 4.0, ada 9 teknologi yang menjadi pilar utama untuk mengembangkan sebuah industri biasa menuju industri yang siap digital.

Saya percaya banyak diantra kita yang telah mendengar sampai paham bahkan telah bekerja sama dengan piranti robotic ini.  Diantaranya adalah:

1. Internet of Things (IoT)

2. Big Data

3. Argumented Reality (AR)

4. Cyber Security

5. Artificial Intelegence

6. Addictive Manufacturing

7. Simulation

8. System Integeration

9. Cloud Computing

Perilaku dan kebiasaan orang seluruh dunia akan berubah menjadi new normal.  Salah satunya adalah kita sendiri dan jangan ragu lagi untuk bekerja sama dengan robot. Robot bukan untuk menggantikan manusia apalagi customer service di industri pariwisata, tetapi cara kerja robot dengan memori buatannya mempermudah banyak pekerjaan manusia terutama perkerjaan yang sama dilakukan berulang.

Jadi tunggu apalagi mari #ExcitedForTomorrow bersiap #WhenWeTravelAgain sambil menguasai #NewSkills pada saat musibah wabah yang harus kita waspadai dan jalani telah berlalu.

Bali, 07 April 2020

Jeffrey Wibisono V.

Telah dipublikasikan di

Share this: