Mentorship in Workshop Series Skill-up Digital Marketer

Aku tak biasa ..

.

Kali ini Suzana Widiastuti and I dengan modal latar belakang keilmuan yang berbeda, kami ber-kolaborasi membuat bendera persatuan dengan branding DIGIMAKZ.

.

Program bisnis kami adalah bimbingan pelatihan fokus ke praktek dengan kelas konvensional tatap muka MENTORSHIP in WORKSHOP SERIES dengan visi Skill-up Digital Marketer.

.

Kami mulai Seri #1 pada Sabtu, 14 November 2020.

Workshop akan dimulai pukul 9:00 pagi sampai diperkirakan selesai pukul 14:00 siang WITA.

Bertempat di Fame Hotel Sunset Road Kuta, Bali

Karena ini kelas bimbingan dengan praktek, maka kami membatasi peserta maksimum sebanyak 20 orang.

Pendaftaran via Whatsapp link https://wa.me/6281388808076 (Jeffrey)

Investasi sebesar Rp. 250ribu per orang dan termasuk makan siang.

Mentoring seri #1 dengan materi Cara Cerdas Monetisasi Media Sosial adalah

Suzana Widiastuti seorang Digital Maker — Maker istilah yang sedang trend di kalangan Startup — intinya orang yang bisa membangun dan meluncurkan produk (tentang apa saja). Dan saya sendiri, Jeffrey Wibisono V. seorang Praktisi Branding yang cukup dikenal di industri perhotelan dan pariwisata.

Kami telah menyusun Jadwal Seri Menjadi Digital Marketer dengan penyampaian materi berjenjang menjadi serial mentorship workshop. Pertemuan dengan jarak dua (2) minggu dari setiap seri-nya dengan total enam kali (6 X).

Berikut adalah jadwal lengkapnya yaitu 14 dan 28 Nov 2020, 12 dan 26 Des 2020, 16 dan 30 Jan 2021.

Pendaftaran seri #2 dan seterusnya akan kami buka setelah selesai setiap seri workshop secara berurutan.

Teman-teman, terima kasih sebelumnya atas minat dan perhatiannya. Kami tunggu pendaftaran teman-teman secepatnya mengingat kuota peserta yang telah kami tentukan.

Salam sehat senantiasa untuk kita semua.

Bali, 26 Oktober 2020

Jeffrey Wibisono V. namakubrandku

Hospitality Consultant Indonesia in Bali –  Telu  Learning  Consulting – Commercial Writer – Copywriter – Jasa Konsultan Hotel

Share this:

Let’s Go! Tetaplah Bergerak Agar Tak Tenggelam

KITA semua sudah paham, semua kesusahan dalam masa pandemi COVID-19 ini disebabkan oleh terbatasi ruang gerak secara global. Masyarakat, baik pengusaha mau pun pekerja hanya dalam posisi bertahan hidup selama dua triwulan berturut-turut. Untuk pemulihan ekonomi kuncinya hanya ada di pandemi.

Aksi pemerintah melakukan percepatan dengan membuka akses lintas-batas domestik masih terhambat dengan peningkatan area-area yang secara paparan  angka menunjukkan peningkatan resiko tertular dari sang virus tipe super-spreader ini. Pemerintah telah menawarkan dan melakukan aksi solusi berjenjang.

Kalau kita amati, masa pandemi di Indonesia bisa menjadi lebih lama lagi, karena faktor ketaatan masyarakatnya.

Mengapa bisa tidak taat?

Pasalnya penduduk kehilangan penghasilan dan harus tetap bergerak —terutama yang bergantung pada penghasilan harian—. “Tetaplah bergerak supaya kau tidak tenggelam.” Begitu kata salah satu kata bijak. Maka tidak ada pilihan, interaksi jual-beli harus tetap berlangsung, bahkan naik tajam di area mikro — UMKM–.

Selanjutnya, kita yang mengikuti berita dan menelisik data-data yang disampaikan oleh para juru bicara pemerintah dan otoritas terkait, sekarang sudah bisa mengambil kesimpulan.– Ini bisa menjadi suatu kelegaan karena parameternya tersedia–.

Secara umum bisa dikatakan pemerintahan NKRI dalam menanggulangi pandemi COVID-19 saat ini fokus pada ketersediaan vaksin. Penanggulangan berdasarkan adanya vaksin, “bukan” terhadap pandeminya, walau pun pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melakukan PSBB – lockdown locally – termasuk pembuatan peraturan dan payung hukumnya.

Yang menarik dari sini adalah informasi “jadwal” ketersediaan vaksin. Sehingga kemudian bisa kita perhitungkan dan tentukan periode pandemi COVID-19 di Indonesia akan masuk dalam fase under-control tertanggulangi. Kemudian diikuti pergerakan pemulihan ekonomi dan kontraksi sektor industri pariwisata yang bisa bergerak lebih awal.

Terkonfirmasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang vaksin COVID-19. Aturan tersebut mengatur pengadaan dan pelaksanaan vaksin virus corona — rencananya dimulai pada akhir tahun 2020–. Impor vaksin COVID-19 tiba di Indonesia bulan depan (November 2020). Vaksin virus corona yang didatangkan dari luar negeri tersebut tahap pertama akan diberikan untuk tenaga medis atau garda depan.

 Selain vaksin impor, Indonesia tengah mengembangkan vaksin di dalam negeri. Vaksin tersebut saat ini masih dalam tahap III uji klinis yang kemudian akan diproduksi secara massal oleh Biofarma. Keputusan relevan dari hasil uji klinis masih harus kita tunggu sampai bulan Desember mendatang. Kita semua tentu berharap  vaksin produksi dalam negeri dinyatakan berhasil. Dengan begitu, vaksin bisa diproduksi secara massal pada Januari 2021. Masyarakat dengan risiko tinggi kemungkinan mendapatkan vaksin pada awal tahun depan, triwulan pertama memasuki tahun baru.

Baru-baru ini dari hasil berbincang bersama Direktur Riset CORE Indonesia, Piter A. Redjalam pada  webinar iDEATE, saya mendapatkan insight tentang dampak pandemi bagi perekonomian bangsa. Pak Piter pada penutupan presentasinya menyuntikkan semangat akan adanya kontraksi di sektor industri pariwisata Bali, bahkan mampu menyampaikan periodenya.

CORE adalah kependekan dari Center of Reform on Economics atau terjemahannya Pusat Pemulihan Ekonomi Nasional. Sedangkan acara webinar berbayar diprakarsai oleh KHAS Studio dengan moderator Elprisdat Zen yang juga adalah Managing Director studio tersebut.

Berita baiknya, tinggal satu langkah lebar lagi untuk masuk ke momentum “pemulihan ekonomi nasional”. Tentunya termasuk industri pariwisata dimana Bali sebagai fokus utama untuk percepatan.

Status under control adalah triwulan pertama 2021 karena sudah ada vaksin untuk garda depan.

Lalu masuk triwulan kedua mulai April 2021, kita  sudah masuk masa pemulihan/recovery dengan  vaksin  buatan Indonesia sendiri mulai dipakai.

Selanjutnya pada triwulan ketiga pada Juli  2021, bisa dipastikan  lalu lintas pariwisata sudah meningkat dengan perhitungan pemulihan ekonomi telah berjalan dan mayarakat mulai berpenghasilan baik.

Sehingga pada triwulan keempat mulai bulan Oktober 2021 akan ada lonjakan minat berwisata yang utuh. Permintaan sudah bisa dikatakan menuju normal karena euforia para pelaku wisata untuk melakukan perjalanan.

Apa rekomendasi kita terhadap pemerintah dalam konsep pentahelix pariwisata untuk memasuki triwulan per triwulan?

Ini adalah momentum. Jangan sampai dilewatkan.

Saat pandemi berakhir pemerintah hendaknya siap dengan program-program pemulihan ekonomi. Salah satu untuk mendukung pariwisata adalah memberikan berbagai diskon tiket pesawat dan saran transformasi lainnya yang diluncurkan lebih awal,— early-bird.

Jadi, apakah pekerjaan rumah  kita dalam dua triwulan ini supaya bisa tepat waktu masuk ke masa recovery yang secara logis realistis kita perhitungkan di atas kertas?

  1. Fokus pada penanggulangan wabah dengan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
  2. Pemerintah turut andil untuk memberikan jaring pengaman sosial dan meningkatkan ketahanan masyarakat terdampak
  3. Pemerintah memberikan bantuan untuk meningkatkan ketahanan dunia usaha.

Bagaimana pemikiran Anda?

Bali 16 Oktober 2020

Jeffrey Wibisono V. @namakubrandku

Hospitality Consultant Indonesia in Bali –  Telu Hospitality Learning Consulting

Artikel juga tayang di https://jeffreywibisono.com/lets-go-tetaplah-bergerak-agar-tak-tenggelam/

Hospitality Consultant Indonesia in Bali -  Telu Learning Consulting – Commercial Writer - Copywriter - Jasa Konsultan Hotel
Share this:

Kemasan Rupa Nggendhong Rega

Kemasan Rupa Nggendhong Rega

Rupa Nggendhong Rega artinya mutu sesuai harga;  begitulah kira-kira terjemahan bebasnya. Di dalam dasar ilmu hospitality, saya mensejajarkan pitutur Jawa ini dengan Customer Service is a Marketing. Dan Marketing adalah tugas semua orang yang terlibat di dalam suatu perusahaan.

What to offer? – Apa yang hendak kita tawarkan?

Hospitality industry di era digital ini semua berlomba dengan diferensiasi untuk memberi pelayanan dan kesan terbaik kepada para tamunya. Setiap yang lebih baik bisa terlihat dari nilai jualnya yang terdongkrak secara stabil. Tergantung kemasannya.  

Siapa yang memberikan nilai lebih baik?

Yang saya rasakan sekarang adalah ada kekuatan lain di luar kontrol seorang konseptor dan marketer profesional yang fokus ke analisa pasar, dan produk hardware – kasat mata.

Di era digital ini, ketika semua comment dan review tentang HoReKa (hotel, restoran dan kafe) kita terbuka seperti an open book, semua terlihat mudah. Semua orang bisa membacanya via internet online daring real time. Artikel tentang ini juga dapat dibaca di buku Hotelier Stories Catatan Edan Penuh Teladan sub judul no. 26 – Beriklan Tak Mesti Pakai Uang

Untuk satu hotel misalnya, tamu yang datang sebelumnya tentu telah membaca review cerita pengalaman orang lain. Mereka percaya dan berkehendak mendapatkan kesamaan pengalaman selama menginap, mulai mendapat tempat tidur yang nyaman untuk bisa tidur nyenyak nyak nyak, makan pagi yang fresh dan berkualitas dengan porsi cukup, suasana hotel yang cozy, senyap dan sangat cocok untuk istirahat.

Jadi yang harus kita jual sekarang adalah kualitas customer service. We rely on our people, maksudnya kita harus memberdayakan SDM kita dengan melengkapi mereka dengan pengetahuan, panduan kerja yang jelas dan otoritas untuk selalu siap membantu tamu sekaligus mempunyai semua solusinya. Bekerja habis-habisan untuk memperkuat customer service. Karena satu review tamu yang jelek sudah memberikan pengaruh yang sangat besar nilai nominalnya. Satu review dalam hitungan detik sudah dibaca penduduk seluruh dunia. Dan ini adalah serupa iklan. Kalau ceritanya jelek, siapa yang mau membeli produk yang ditawarkan?

Lalu bagaimana dengan Rupa Nggendhong Rega dalam masa berdampingan dengan pandemi COVID-19?

Di saat banyak yang  masih fokus pada porsi masing-masing untuk mengatasi kesusahannya, bahkan masih suspend HoReKa operations-nya, buat saya inilah saatnya berstrategi untuk mengambil Ranking Satu (#1 Rank) di semua platform bisnis digital. Baik itu di guest review platform seperti Tripadvisor, maupun valid guest comment di OTA. Kerja keras memberdayakan porsi kecil bisnis yang tersedia untuk dapat memberdayakan 100 persen tamu menuliskan excellent experience mereka. Sehingga di saat kondisi membaik, kita sudah ambil posisi tepat dan tinggal me-maintain dan men-develop market demand.

Saat ini pekerjaan opersional masih terbatas sehingga waktu kita bisa lebih banyak enggage dengan tamu. Target pesimis setidaknya ada di urutan lima teratas di area bisnis kita berdiri. Sehingga mestinya ini sudah bisa menjadi indikator positif sebagai perwujudan dan jalinan hubungan dengan tamu dan mutu HoReKa kita. Ini akan menjadi urusan untuk hasil jangka panjang, jadi kita harus kreatif untuk menjaga kredibilitas kepercayaan pasar dan mengembangkan respon pasar yang positif dengan royal memberikan nilai tambah.

Apa nilai tambah yang paling dibutuhkan oleh tamu di masa harus hidup berdampingan dengan COVID-19?

Kalau saya, semua tamu akan saya berikan status VIP, saya praktekkan Customer Service ala Jepang, omotenashi. Khususnya First-Timer – Yang pertama kali datang, kita labeli VIP-1 dan mendapat perhatian yang sangat khusus. Royal-lah kepada the first-timer. Para tamu yang baru sekali datang ini harus kita kelola dengan benar sebagai part of the team untuk reputation manager platform, supaya bisa menjadi repeat guest, bahkan dapat kita harapkan akan hadir kembali membawa pasukannya untuk sharing excellent experience di tempat kerja kita.

Jadi sudah wajar kalau konsep nilai tambah/value-add kita pergunakan dalam berbagai hal maka semakin baik tampilannya nilai jualnya bisa dipastikan semakin menjuara.

How about your thoughts?

Bali 12 Oktober 2020

Jeffrey Wibisono V. namakubrandku

Hospitality Consultant Indonesia in Bali –  Telu Learning Consulting – Commercial Writer – Copywriter – Jasa Konsultan Hotel

Hospitality Consultant Indonesia in Bali -  Telu Learning Consulting – Commercial Writer - Copywriter - Jasa Konsultan Hotel
Share this:

Metode Lumpat Kidang Implementasi SOP

Secara sederhana, satu rangkaian kata bijak menyatakan “Proses tidak akan menghianati Hasil.” Ungkapan ini bermakna kalau kita berupaya dengan sungguh-sungguh, maka hanya hasil gemilang yang akan kita capai.

Saya kemudian membandingkan proses etos kerja conventional tersebut dengan metode  Lumpat Kidang yang saya ambil dari pitutur Jawa. Dapat kita bayangkan bagaimana perilaku Kidang yang dalam bahasa Indonesia adalah Rusa. Ya, rusa adalah binatang yang lincah, gesit, belari melompat seenaknya untuk sampai ke tujuannya. Secara serius pitutur Jawa ini menggambarkan cara kerja seseorang yang result oriented dengan mengabaikan prosedur semestinya.

Di dalam dunia kerja, terutama yang berhubungan dengan industri hospitality, dapat kita temukan dengan mudah jenis dan fungsi pekerjaan yang harus runtut step-by-step prosesnya atau yang sah dengan metode lumpat kidang hingga membuahkan hasil maksimal. Yang kita bicarakan ini adalah fokus SOP.

Kita hanya bisa menyatakan ada proses yang tidak dijalankan secara runtut apabila sudah paham dengan User Manual, Policy & Procedure (P&P), Standard Operating Procedure (SOP) dan Job Description.

Sehingga, sampai disini pada dasarnya setiap individu harus memiliki dasar yang sama dan jelas terlebih dahulu.

Sekarang saya sederhanakan pengertian peristilah yang saya sebut di atas

  1. User Manual dan P&P memandu seseorang bagaimana menggunakan sesuatu
  2. SOP memandu seseorang bagaimana melakukan sesuatu dan bila perlu berapa lama melakukan aktivitas tersebut
  3. Job Description berisi apa-apa saja (panduan tugas) yang seseorang harus kerjakan

Baik, mari kita bahas lebih cermat.

SOP mempunyai fungsi utama sebagai alat pandu. Namun demikian fungsi SOP dalam kinerja juga dapat digunakan sebagai  alat ukur, alat pantau, dan sebagai alat latih.

SOP mempunyai tujuan untuk mengatur semua aktivitas, supaya aktivitas perusahaan dapat berjalan sesuai dengan tujuan, visi serta misi yang telah dibuat dan disepakati oleh perusahaan.

Di era digital yang kekinian, ada lima (5) BENTUK SOP yang  kependekan dari Standar Operasional Prosedur atau Standard Operating Procedure. Untuk contoh Membuat SOP dengan bentuk narasi – Simple Step, silakan baca di buku karya tulis saya yang berjudul Hotelier Stories Catatan Edan Penuh Teladan Sub Judul no. 15.

1. Simple Step (berupa narasi redaksi)

2. Hierarchical (berupa narasi redaksi)

3. Flowchart (bagan alir)

4. Graphic procedures (mencantumkan foto/gambar)

5. Video (termasuk ditambah text dan suara selain gambar bergerak)

SOP harus disusun dengan baik dan benar. Pada bagian ini, saya bersama Telu Hospitality Learning Consulting mengerjakan jasa hotel konsultan yang membantu beberapa perusahaan untuk meng-evaluasi, mengedit dan menyusun ulang SOP melalui mentorship dan role-play. Detail pekerjaan ini sangat konseptual.

SOP harus dijalankan, dimonitor serta di-update secara konsisten dan disiplin. Sehingga tujuan dan fungsi SOP benar-benar membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sekali lagi ini adalah salah satu bagian dari pekerjaan Branding Activation. Membentuk citra perusahaan untuk berkomunikasi dengan publik/ audience-nya.

Oleh karena itu, proses yang sangat rapi, teratur, terdokumentasi, dan disiplin menjadi kebutuhan semua elemen perusahaan.

Berdasarkan pengalaman kerja saya, perusahaan yang sejak awal berdirinya sudah menerapkan SOP, perusahaan tersebut lebih mudah dalam menanamkan kedisiplinan atau ketaatan.

Sampai disini sudah paham ya?

Bahwa, semua pekerja untuk mendapatkan hasil yang maksimal harus tahu, paham dan melakukan pekerjaannya sesuai SOP.

Lalu, siapa yang bisa dan boleh menggunakan metode Lumpat Kidang?

Lumpat Kidang ini dalam peristilahan lain kira-kira artinya sama dengan Breakthrough, Short-Cut, Jalan Pintas, Terobosan, Best Practise.

Okay, di dalam pekerjaan engineering department, pada kasus emergency, penanganan untuk memberikan solusi sementara ada istilah jumper. Inilah salah satu lumpat kidang yang sah untuk kepentingan banyak orang di dalam jam operasional.

Kemudian seorang salesman, di dalam sales proses terdapat celah metode lumpat dan sah  mengabaikan SOP untuk suatu deal.

Pasti ada beberapa lagi. Silakan teman-teman menganalisa dan membuat daftar tertulis untuk diskusi terbuka ini.

Bagaimana dengan pekerjaan yang harus patuh terhadap SOP?

Salah satu nya adalah di Front Office yaitu yang saya sebut How to walk Check-In Guest.

Sebagai penutup, dapat saya sampaikan, bahwa setiap departemen, dan unit bisnis di suatu perusahaan, institusi, maupun organisasi sangat perlu  memiliki dan menerapkan SOP baik secara prosedural maupun flexible Lumpat Kidang untuk menggapai hasil yang maksimal sesuai budget dan target.

Bali, 6 Oktober 2020

Jeffrey Wibisono V.

Hospitality Consultant Indonesia in Bali –  Telu Learning Consulting – Commercial Writer – Copywriter – Jasa Konsultan Hotel

Jeffrey Wibisono V. @namakubrandku Hospitality Consultant Indonesia in Bali - Telu Learning Consulting – Commercial Writer - Copywriter - Jasa Konsultan Hotel
Cabling SOP
Share this:

Tips Menulis Application Letter dan Resume-nya

Praktek membuat surat pengantar melamar pekerjaan dan menulis Curriculum Vitae (CV) untuk siswa di semua level adalah salah satu dari program penutupan mentorship bersama Telu Learning & Consulting, jasa Hotel Konsultan. Curriculum Vitae juga disebut resume atau di Indonesia diterjemahkan sebagai Daftar Riwayat Hidup. Diharapkan kemudian semua tenaga terampil siap pakai juga melengkapi dirinya masing-masing dengan kemampuan menulis lamaran kerja yang tepat dan lolos interview karena mampu mempresentasikan diri mereka dengan baik dan proporsional.

Menulis Resume bersama Surat Pengantarnya adalah mirip audisi untuk menjadi bintang panggung di dunia entertainment. Kita harus mampu mengenali kemampuan diri sendiri dan mengekspresikannya secara tertulis. Mengeksplorasi nilai jual sesuai kualifikasi dari pencari kerja. Dalam perjalanan karir saya di Indonesia, setiap perusahaan mempunyai budaya ber-beda-beda dalam hal rekrutmen. Yang umum adalah kualifikasi berdasarkan edukasi, pengalaman kerja, lulus psikotest dan tes kesehatan. Tetapi, saya sempat tes masuk ke beberapa perusahaan yang ternyata kita tidak lolos karena ada faktor X.

Apakah faktor X tersebut?

Ini menarik sebagai tambahan pengetahuan teman-teman. Ternyata banyak perusahaan independen/swasta dan perusahaan keluarga menggunakan perhitungan astrologi dan fengshui juga golongan darah. Misalnya, ada satu perusahaan yang tidak boleh merekrut karyawan yang memiliki tahun kelahiran shio Cina Tikus Api. Lalu ada lagi yang mempunyai perhitungan lain, yaitu Lamaran Pekerjaan dan CV dikirim dulu ke Astrologer untuk seleksi awal atau shortlist sebelum proses selanjutnya. Astrologer tugasnya membaca wajah dari foto di CV dan menganalisa tanggal kelahiran tahun masehi untuk mendapatkan advis tentang kecocokan karakter dan keberuntungan kandidat dengan perusahaan. Ada lagi perusahaan yang mempergunakan tolok ukur seleksi pekerja dari golongan darah untuk disesuaikan dengan tipe pekerjaan dan jabatan, bahkan warna busana yang dikenakan pada saat interview.

Perlu dicatat, ilustrasi faktor X tersebut hanya sebagai tambahan pengetahuan supaya kita juga tahu, bahwa kalau lamaran kerja kita tidak mendapatkan respon dari perusahaan yang kita kirimi lamaran pekerjaan bukan berarti kita jelek, tetapi lebih sering, kita ditolak karena ketidak-cocokan atau bahasa yang lebih baik mengatakan “we do not get the chemistry”.

Maka untuk menjaga prefesionalisme,  kita fokus menyiapkan diri dengan menulis surat pengantar melamar pekerjaan dan CV dalam format standar internasional yang berlaku. Mari kita tanamkan di dalam pemikiran positif dengan kalimat begini “Perusahaan yang kita mau-i belum tentu memilih kita, maka kita harus selalu membuka diri untuk mengambil kesempatan pertama kepada perusahaan yang memilih kita.”

Akan lebih baik, kalau kita meminta bantuan orang lain mulai dari teman sampai kalau perlu ke ahli bahasa untuk proofreading dan copyediting. Atau, kalau harus menulis dalam beberapa bahasa asing, kita perlu meminta bantuan native speaker untuk membaca ulang, dan me-review Surat Pengantar Lamaran Kerja, CV dan dokumen pendukung yang kita perlukan.

Selanjutnya, beberapa tips berikut akan membantu kita dalam menyiapkan diri sebagai kandidat yang siap mengikuti proses rekrutmen:

Membaca Iklan Lowongan Pekerjaan:

Kita harus membaca dengan teliti kualifikasi untuk jabatan, jenis pekerjaan yang dicantumkan oleh penyedia pekerjaan/  pengiklan lowongan kerja. Kemudian perlu kita pelajari sekilas perusahaan tersebut sebelum mengirimkan lamaran pekerjaan. Tentunya saat ini kita dengan mudah mencari dan menemukan segala macam informasi secara daring, bahkan dalam hitungan detik.

Mengirimkan CV

Karena aksesibilitas internet dan teknologi bervariasi dari satu negara ke negara lain, kita harus memastikan untuk menyiapkan CV dalam program yang dikenal luas seperti Microsoft Word dan kirimkan sebagai lampiran ke email. Kecuali kalau disebutkan untuk dikirimkan dalam format PDF atau yang lain.

Mengapa Microsoft Word? Untuk pelamar kerja di perusahaan internasional kelas dunia, mereka menggunakan software Human Resources untuk menganalisa surat lamarkan kerja dan CV. Mesin pembacanya hanya bekerja baik dengan Microsoft Word. Dengan cara ini, poin nomer satu untuk kita membuka peluang lolos seleksi awal sudah terbuka.

Banyak juga perusahaan yang meminta kandidat mengirimkan lamaran kerjanya dengan cara online/daring – kita diminta memasukkan data sendiri termasuk meng-up-load beberapa dokumen pendukung. Karena mereka menyimpan data pelamar sebagai data base tanpa kerja dobel dalam hal administrasi dalam kelas perusahaan jaringan international. Dengan catatan, kalau kita tidak lolos di satu kesempatan, artinya catatannya sudah terekam dan berlaku di seluruh jaringan perusahaan tersebut.

Presentasi dan tata letak

Resume kita harus terlihat bersih dan terstruktur dengan baik, dengan cukup ruang putih supaya mudah dibaca. Cukup dua (2) halaman untuk CV, untuk para profesional cukup cantumkan pengalaman kerja yang 10 – 15 tahun terakhir saja. Kita harus menjual diri kita, mendeskripsikan “why you should hire me” (the objective and strength) semaksimal mungkin di halaman pertama dan keterangan tambahan sebagai pendukung di halaman kedua. Kita juga perlu memasukkan hyperlink linkedin sebagai referensi. Disini artinya, data pribadi yang tercantum di CV dan di linkedin harus sama-sama up to date.

Untuk jenis dan ukuran huruf, kita gunakan yang klasik. Huruf yang mudah dibaca adalah font jenis Arial, ukuran 10-12pt. Kita harus menghindari atau meminimkan aklamasi (menulis dalam huruf besar semua), huruf miring dan garis bawah di dalam penulisan daftar riwayat hidup.

Sekali lagi supaya kita lolos seleksi awal, tulisan kita harus sempurna, perhatikan ejaan dan tanda baca juga angka. Karena, Surat Pengantar Melamar Pekerjaan dan Curriculum Vitae masuk dalam kategori korespondensi bisnis formal. Tidak ada toleransi terhadap kesalahan penulisan.

Kali ini saya ulangi untuk mengingatkan lagi struktur dasar untuk suatu Curriulum Vitae.

Name, address and contact details

Kita harus memastikan untuk mencantumkan nomer ponsel dan/atau telepon rumah juga alamat email yang aktif dan paling sering kita gunakan. Tentunya kita tidak mau kehilangan kesempatan dan mengecewakan pemberi kerja yang hendak mengundang kita untuk masuk ke proses perekrutan selanjutnya karena data yang kita cantumkan tidak akurat.

Personal Summary – Qualifications

Di bagian ini kita menerangkan mengenai diri kita. Our objective dengan keterangan menyesuaikan dengan posisi pekerjaan yang kita lamar. Di dalam bahasa marketing ini kesempatan menyampaikan “why you should hire me”  sebagai individu dengan paket  USP = Unique Selling Proposition kita, dengan menyebutkan strength poin.

Skill Summary

Kita harus tahu bahwa, pembaca resume kita hanya mempunyai beberapa detik untuk mensortir surat lamaran kerja.  Jadi, tugas kita adalah untuk menarik perhatian pembaca. Caranya, masukkan keahlian/ketrampilan kita yang utama dengan keterangan singkat menggunakan kata-kata yang tepat. Harus yang relevan dengan pekerjaan yang kita lamar dan jika memungkinkan, gunakan kata sifat yang sama seperti yang digunakan dalam iklan loker yang dipasang.

Misalnya, jika iklan menyebutkan seseorang yang memiliki ‘kemampuan administratif yang efektif dan keterampilan interpersonal yang sangat baik’. Maka ini harus kita bahas di bawah bagian keterampilan kita dengan bukti singkat di mana kita memperoleh keterampilan tersebut. Pastikan untuk selalu menyesuaikan keterampilan dan keahlian kita dengan posisi individu yang kita lamar.

Relevant experience – Work history

Disini tempat kita menuliskan daftar riwayat pekerjaan. Termasuk pekerjaan berbayar, volunteer work, dan pengalaman kerja yang relevan. Kita menuliskan mundur. Mulai dari pekerjaan terbaru kita dan jangan meninggalkan celah apa pun. Kita jangan memberi kesempatan calon pemberi kerja untuk mencurigai yang terburuk. Misalnya jika kita mengambil waktu satu tahun, melaksanakan tugas sementara atau bepergian selama enam bulan, katakan demikian – pastikan kita mengilustrasikan apa pun pengalaman itu dengan cara yang positif, dengan fokus pada fakta bahwa keterangan tersebut memberi kita tambahan beberapa keterampilan dan pengetahuan yang hebat.

Achievements

Future employer kita, pasti tertarik untuk mengetahui prestasi kita di pekerjaan sebelumnya. Jadi, jika kita pernah menjadi “Employee of the month selama 3 bulan berturut-turut”, ini perlu kita tuliskan Pencapaian yang bisa diukur, ada parameternya. Jika seperti saya misalnya pencapaian dalam target sales, saya perlu menulis dengan persentase berapa dan selama periode kapan.

Education and training

Untuk mencantumkan pendidikan dan pelatihan, cukup yang logis.

Maksudnya, kalau kita mencapai dan mempunyai gelar pendidikan yang tinggi, tentunya perekrut mengabaikan dalam mempertanyakan kelulusan kita di tingkat sekolah dasar dan menengah. Yang kita perlu pastikan adalah memasukkan beberapa training relevan dengan pekerjaan yang kita lamar.

Interests

Ini opsional. Akan tetapi jika kita memutuskan untuk menuliskan tentang hobi dan minat, cukup yang singkat saja. Hindari mengatakan apa pun yang dapat menimbulkan pertentangan (mis. Afiliasi politik atau agama atau SARA), dan sebisa mungkin, kita menggunakan bagian ini untuk menunjukkan bagaimana kepribadian kita sesuai dengan bisnis yang kita lamar.

References

Untuk referensi ini untuk standard internasional perlu dicantumkan.

Maka kita harus yakin, nama orang dan contact detail yang kita cantumkan sudah kita kenal secara pribadi dan memiliki hubungan baik. Tentu saja referee akan memberikan referensi yang positif mengenai kita. Jangan main asal tulis dengan mencantumkan deretan para mantan atasan dan rekan kerja.

Saya harap teman-teman pencari kerja mendapatkan informasi dan manfaat dari tulisan ini. Silakan teman-teman melihat, membaca dan meninjau ulang, bahkan kalau perlu merevisi Surat Pengantar Melamar Pekerjaan dan Resume yang sudah ada. Selain itu, kita tentunya dapat mengambil beberapa template untuk contoh sebanyak mungkin, seperlunya dan yang sesuai dengan profil diri kita masing-masing.

Selamat berkarya dan semoga sukses!

Bali, 29 Agustus 2020

Jeffrey Wibisono V.

Hospitality Consultant Indonesia in Bali Jeffrey Wibisono V. namakubrandku Telu Learning Consulting Writer Copywriter
Share this: